Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto mengatakan bahwa biaya murni untuk merobohkan tiang-tiang mangkrak tersebut hanya berkisar di angka Rp300 juta, jauh di bawah isu Rp100 miliar yang berkembang di masyarakat.
"Padahal angka itu merupakan estimasi total biaya penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said secara terpadu, bukan hanya pembongkaran tiang," kata Sugiyanto kepada redaksi, Senin
12 Januari 2026.
Sugiyanto merinci secara teknis bahwa harga satuan pembongkaran beton lazimnya berkisar Rp400.000 hingga Rp600.000 per meter kubik. Dengan total 109 tiang yang memiliki estimasi volume 3-5 meter kubik per tiang, maka total biaya pembongkaran fisik secara rasional hanya berada di angka Rp120 juta hingga maksimal Rp300 juta.
Sugiyanto menilai kehebohan angka Rp100 miliar muncul karena masyarakat hanya membaca judul berita tanpa mencermati isi secara utuh.
Padahal, anggaran jumbo tersebut diperuntukkan bagi paket pekerjaan menyeluruh yang mencakup perbaikan drainase, penataan trotoar ramah disabilitas, pengaspalan badan jalan, hingga penataan utilitas dan marka jalan di koridor Rasuna Said.
"Pembongkaran tiang monorel hanya sebagian kecil saja, sisanya untuk penataan trotoar dan badan jalan agar kawasan menjadi lebih tertata," kata Sugiyanto.
Aktivis Jakarta ini mengaku mendukung kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno dalam menata wajah ibukota.
Sugiyanto berharap masyarakat memahami bahwa proyek ini bertujuan menjadikan kawasan HR Rasuna Said lebih manusiawi dan fungsional melalui pembersihan tiang mangkrak yang sudah lama mengganggu estetika kota.
BERITA TERKAIT: