Program besar ini menggandeng kelompok tani hutan dari seluruh Kecamatan Srumbung dan Dukun, jadi bukti pemerintah dan warga kompak menjaga napas hijau Merapi.
Di tahap perdana, berbagai jenis pohon mulai beringin, jati, pinus, sampai tanaman penghijauan lain ditanm di lahan rawan bencana. Semua dipilih untuk memulihkan ekosistem Merapi yang lama tertekan akibat penggundulan.
"Ini baru launching. Ke depan kami gelar rutin tiap bulan. Kami ingin sinergi dan kolaborasi berkelanjutan dengan masyarakat sekitar Merapi," tegas Kepala BTNGM, Wahyudi, kepada media, Jumat 12 Desember 2025.
Wahyudi menekankan target sejuta pohon bukan cuma angka, tapi gerakan besar membangunkan kembali kepedulian terhadap Merapi.
"Penanaman ini kami lakukan sambil mengajak masyarakat aktif menjaga kawasan dari penggundulan, kebakaran, dan segala bentuk kerusakan hutan," ujarnya.
Gerakan ini diharapkan jadi momentum kebangkitan rehabilitasi Merapi dengan partisipasi warga, sekaligus menjaga ekosistem gunung untuk generasi mendatang. Wahyudi mengingatkan bahwa pelestarian Merapi adalah urusan bersama.
"Ini tugas kita semua. Karena itu kami terus mengajak warga menanam, merawat, dan memastikan Merapi tetap lestari," sambungnya.
BERITA TERKAIT: