Mereka adalah petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL) KAI. Seperti Achmad Harisman Trisopiana, yang menjaga perlintasan kereta di kawasan Braga, Kota Bandung.
Sejak 2014, ia telah mengabdikan dirinya untuk menjaga perlintasan kereta tetap aman, terutama di saat momen Lebaran yang selalu penuh tantangan.
Hari raya yang bagi banyak orang berarti berkumpul bersama keluarga, bagi Achmad justru menjadi puncak kesibukan. Jadwal perjalanan kereta semakin padat, dan tambahan kereta khusus Lebaran sering kali melintas di luar jadwal reguler.
"Kami harus benar-benar siaga, karena kereta bisa datang kapan saja, dan keselamatan pengguna jalan ada di tangan kami," ujar Achmad, dikutip
RMOLJabar, Jumat, 4 April 2025.
Namun, tugas tersebut tidak selalu mudah. Banyak pengguna jalan yang abai terhadap aturan keselamatan dan bersikap egois saat menghadapi palang perlintasan.
"Kadang sudah diberi peringatan, tapi masih ada yang nekat menerobos atau bahkan mengangkat palang pintu," katanya.
Sikap sembrono pengguna jalan menjadi tantangan besar bagi petugas PJL. Padahal, mereka hanya ingin memastikan tidak ada kecelakaan yang merenggut nyawa akibat kelalaian pengguna jalan.
Bagi Achmad, pengorbanan waktu dan tenaga saat orang lain merayakan Lebaran bukan hal yang membuatnya mengeluh. Ia justru bersyukur selama bertugas, semua berjalan dengan lancar.
"Alhamdulillah, selama saya bertugas, semuanya berjalan aman dan lancar," tuturnya.
"Saya hanya ingin semua selamat. Itu saja sudah cukup," sambungny ketulusan.
Sebagai orang yang menyaksikan langsung betapa bahayanya perlintasan jika tidak dipatuhi, Achmad berharap para pengguna jalan selalu memprioritaskan keselamatan.
"Hati-hati di jalan, jangan menerobos palang pintu, dan ingatlah bahwa keluarga menunggu di rumah," pesannya.
BERITA TERKAIT: