Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Peluncuran Bursa Karbon Indonesia, Momentum Percepat Pengesahan RUU EBT

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Kamis, 28 September 2023, 14:20 WIB
Peluncuran Bursa Karbon Indonesia, Momentum Percepat Pengesahan RUU EBT
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno/RMOL
rmol news logo Peluncuran Bursa Karbon Indonesia yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Selasa (26/9), diapresiasi pimpinan Komisi VII DPR RI.

Dalam peresmian itu, Presiden Jokowi mengatakan, Bursa Karbon Indonesia adalah kontribusi nyata Indonesia melawan krisis perubahan iklim.

Menurut Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno, peluncuran bursa karbon menjadi bukti komitmen serius pemerintah menghadapi potensi krisis perubahan iklim.

"Peluncuran bursa karbon menegaskan komitmen Indonesia pada dunia internasional bahwa kita serius mencegah krisis akibat perubahan iklim," kata Eddy dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (28/9).

Dikatakan Eddy, sejauh ini, hasil dari seluruh proses perdagangan karbon melalui Bursa Karbon akan dapat kembali direinvestasikan kepada upaya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup, terutama pengurangan emisi karbon yang dimulai secara bersama-sama.

Lanjut Sekretaris Jenderal Partai Amanat NAsional (PAN) ini, bursa karbon juga akan menjadi peluang bagi industri yang menggunakan energi terbarukan, sekaligus juga sebagai upaya percepatan transisi menuju sumber energi yang ramah lingkungan

"Keberadaan Bursa Karbon memberi peluang keuntungan bagi industri yang menggunakan pembangkit listrik dari energi terbarukan. Secara tidak langsung ini merupakan insentif dari pemerintah sebagai upaya percepatan transisi energi," katanya.

Sebagai upaya terus menerus mengantisipasi krisis perubahan iklim, Eddy berharap keberadaan Bursa Karbon bisa dilengkapi dengan mempercepat pengesahan RUU Energi Baru dan Terbarukan (EBT) menjadi UU.

"Kami di Komisi VII DPR RI terus mempercepat pembahasan RUU EBT sebagai dasar hukum yang kuat untuk memperbesar bauran energi terbarukan," pungkasnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA