Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Ramadhan Baru Berjalan Dua Hari, Pengrajin Mukena Sudah Kebanjiran Pesanan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Sabtu, 25 Maret 2023, 03:51 WIB
Ramadhan Baru Berjalan Dua Hari, Pengrajin Mukena Sudah Kebanjiran Pesanan
Produsen mukena di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya/RMOLJabar
rmol news logo Bulan Ramadhan membawa berkah tersendiri bagi para produsen mukena di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Meski Ramadhan baru berjalan dua hari, ratusan mukena sudah dapat terjual.

Para pekerja di salah satu produsen mukena di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, selalu sibuk. Berbagai jenis mukena dikerjakan dengan teliti dan cepat untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen.

Salah seorang perajin mukena Adang Sunarya menyebut, omzet penjualan mukena mengalami kenaikan 5 hingga 10 persen pada Ramadhan kali ini. Dirinya mampu meraup untung hingga puluhan juta rupiah.

Bahkan sebelum pandemi Covid-19, biasanya orderan mukena saat memasuki Ramadhan meningkat di angka 25 hingga 40 persen.

“Kalo berbicara di tahun 2023 ini, memasuki bulan Ramadhan memang ada peningkatan penjualan. Cuma jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya (sebelum Covid-19) masih relatif kecil peningkatannya,” kata Adang dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (24/3).

Lebih lanjut, Adang mengatakan, mayoritas pesanan mukena berasal dari para pelanggannya yang sudah berjalan selama 5 sampai 10 tahun. Namun, tak sedikit juga orderan mukena berlabel Haryati Collection diminati masyarakat umum.

“Brand mukena Tasik ini memang sudah tersebar sacara nasional, seperti ke wilayah Sumatera, Kalimantan ataupun Sulawesi. Mudah-mudahan pada tahun selanjutnya masih terus berjalan sesuai harapan,” terangnya.

Untuk produksi mukena sendiri, lanjut Adang, pihaknya biasa memproduksi rata-rata 600 sampai 1.200 mukena atau 50 sampai 100 lusin mukena per bulannya.

“Di tahun ini rata-rata tiap bulannya produksi mukena biasanya 50 sampai 100 lusin. Tapi kalo saat Ramadan sebelum pandemi covid-19 bisa lebih hingga 25 sampai 40 persen,” terang dia.

Adapun yang menjadi ciri khas mukena Tasikmalaya yakni desain bordir yang kontemporer atau mengikuti dampak modernisasi. Jadi, trend desain dan warna mukena di selalu berbeda dan update disetiap tahunnya.

Dia pun berharap, menjelang perayaan Idulfitri penjualan mukena di tokonya bisa lebih meningkat. Pasalnya di akhir Ramadan, biasanya permintaan produk busana muslim di pasaran juga akan semakin meningkat.

“Harapannya menjelang Idulfitri juga permintaan mukena semakin meningkat. Biasanya juga memang diujung Ramadhan suka ada peningkatan penjualan yang sulit diprediksi,” pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA