Ribuan rumah di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak terjadi lebih awal dari tahun tahun sebelumnya.
Banjir yang pada pertengahan bulan Januari hanya merendam 3 dukuh, yakni, Dukuh Sayung Wetan, Dukuh Sayung Kulon, dan Dukuh Babadan, pada awal Februari, sudah meluas hingga 5 dukuh lainnya.
"Banjir kali ini terbilang terjadi lebih awal dari tahun yang lalu. Tanggul-tanggul yang dibangun tidak dapat menahan intensitas air yang terus meningkat, yang terjadi akibat dari sungai yang dibendung untuk proyek Tol Semarang-Demak," ujar Kepala Desa Sayung, Munawir diberitakan
Kantor Berita RMOLJateng.
Lima dukuh yang saat ini mulai terendam yakni, Dukuh Sayung Lor, Dukuh Sayung Kidul, Dukuh Ngepreh, Dukuh Lengkong, dan Dukuh Ngablaksari. Dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter.
"Untuk saat ini kami mengefektifkan seluruh mesin pompa di sembilan titik desa. Selain itu, warga juga meningkatkan pembangunan sabuk desa yang kami lakukan seminggu sekali. Dengan harapan, air bisa keluar dari pemukiman," tambah Munawir, yang rumahnya juga terendam banjir.
Saat ini, warga desa membutuhkan darurat bantuan penambahan mobil pompa sedot air, exavator anvibi untuk penguatan tanggul sabuk desa penahan banjir serta untuk normalisasi Sungai Gonjol yang sendimentasinya tinggi.
Selain rumah warga, banjir kali ini juga berdampak pada ratusan hektare lahan pertanian warga serta petambakan.
BERITA TERKAIT: