Untuk mengantisipasi adanya banjir di kemudian hari, Pemkot Serang akan melakukan perbaikan dan pemeliharaan drainase, pengairan sungai dan kali.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Serang M. Ridwan mengatakan, awal tahun ini sudah mulai dilakukan pengerjaan.
"Alokasi anggaran yang dipersiapkan untuk penanganan banjir sekitar Rp 3 sampai 5 miliar dulu untuk pemeliharaan dan beberapa titik pembangunan drainase, pengairan sungai dan kali," kata Ridwan dikutip
Kantor Berita RMOLBanten, Kamis (4/2).
Dia menilai, terkait dengan banjir yang terjadi di beberapa titik di Kota Serang kemarin. Selain intensitas hujan yang tinggi juga karena saluran air yang tidak lancar.
"Banjir kemarin itu satu rangkaian, mulai dari Citra Gading, Perumahan Untirta sampai Pakupatan dan lain-lainnya," ungkap Ridwan.
"Pertama memang debitnya yang besar, kedua airnya kiriman dan kesadaran masyarakat. Karena memang di lapangan itu banyak terjadi sedimentasi, sampah, gulma dan itu yang akan kita kerjakan," sambungnya.
Berdasarkan data dari BPBD Kota Serang, pada Rabu kemarin (3/2), titik banjir di pemukiman warga ada sekitar 8 titik.
1. Komplek. Ranou Estate Tahap I RW/06 Kel. Panggung Jati Kec.Taktakan.
2. Komplek. Untirta Permai RT/01,02,03 RW. 07 Kel. Banjar Agung Kec. Cipocok Jaya.
3. Cinanggung RW 08 kel. Kaligandu Kec. Serang.
4. Komplek. Grand Sutera Kel. Penancangan, Kec. Serang.
5. Taman Widya Asri Tahap III, Kel. Panggung Jati Kec. Taktakan.
6. Cikulur Jelawe RT/RW 4/04 kel. Serang. 7. Link. Pengampelan RT/RW 16/01 Kel. Pengampelan Kec. Walantaka,
8. Kaujon Baru Kel. Serang Kec. Serang.
Sementara untuk bencana longsor ada 3 titik, yaitu:
1. Taman Graha Asri blok GM
2. Taman Graha Asri blok J2
3. Jl. Kp. Umbul Kapuk Kel. Panggung Jati, Kec. Taktakan.
BERITA TERKAIT: