Menurut Ode, ini merupakan rotasi jabatan yang lumrah dilakukan sebagai penyegaran organisasi pemerintahan. Terlebih, saat ini setidaknya ada 7 kepala dinas yang dirotasi.
"Jadi memang hari ini ada pelantikan, ada jabatan pimpinan tinggi pratana, administrator, dan pengawas, ada banyak ASN yang kita lantik. Kalau kepala dinas itu ada tujuh," jelas Oded, di Balai Kota Bandung, Rabu (16/12).
Oded memastikan, mutasi yang dilakukan terhadap Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita, tidak berkaitan dengan penanganan Covid-19.
"Ini tujuannya penyegaran saja, tidak ada kaitannya dengan (penanganan) Covid. Namanya rotasi dan mutasi sekaligus promosi itu hal biasa," ungkapnya, dikutip
Kantor Berita RMOLJabar.
Oded pun berharap, dengan adanya rotasi jabatan ini dapat mengakselarasi pembangunan di Kota Bandung.
"Harapannya, Kepala Dinas yang baru dapat mengelola instansi yang dipimpin dengan baik, lebih cepat juga, lebih inovatif untuk pembangunan kota Bandung," pungkasnya.
Kepala Dinkes Kota Bandung yang sebelumnya dijabat Rita Verita kini digantikan Ahyani Raksanagara. Sementara Rita Verita kini menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM).‎
BERITA TERKAIT: