Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik memastikan bahwa kejadian itu murni merupakan aksi spontanitas.
"Spontan saja semua keluar," ujarnya seperti dikutip dari
Kantor Berita RMOL Jakarta, Selasa (15/12).
Menurutnya aksi WO merupakan bagian dari koreksi anggota DPRD DKI untuk PSI yang baru masuk Kebon Sirih di periode ini. Bahwa fraksi yang ada merupakan kepanjangan tangan dari partai.
“Jadi mestinya suara fraksi adalah suara partai. Jangan fraksinya bersuara A kemudian partainya bersuara B," kata Taufik.
Seluruh legislator Kebon Sirih dari delapan fraksi keluar ruangan rapat saat Idris Ahmad membacakan pandangan fraksinya terhadap rancangan Perda nomor 14 tahun 2014 tentang RDTR dan Rencana Zonasi, Senin (14/12)
Bangku seluruh anggota DPRD DKI kosong saat Idrus membacakan pandangan fraksinya.
Aksi dewan keluar ruang rapat bentuk keberatan mereka setelah Fraksi PSI mengumumkan penolakan kenaikan tunjangan dewan tahun depan saat akhir pembahasan.
Padahal selama rapat rencana kerja tahunan DPRD, Fraksi PSI menyetujui kenaikan anggaran tersebut.
"Akhirnya mana yang dipegang. Ini kan bagian dari koreksi aturannya begitu. Aturannya adalah fraksi perpanjangan tangan partai," ujar politisi Gerindra ini.
Menurut dia, sejauh ini PSI DKI tidak memahami konteks fraksi di DPRD yang merupakan kepanjangan tangan partai.
Artinya suara fraksi merupakan suara partai. Namun penolakan anggota Fraksi PSI terhadap usulan kenaikan tunjangan kemarin atas instruksi partai.
"Suara yang dikeluarkan fraksi di lingkungan dewan, itu seharusnya menjadi suara partai. Kan ini beda," ujar Taufik.
BERITA TERKAIT: