Namun, Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk memastikan proses penyuntikan atau vaksinasi bisa berjalan sesuai prosedur.
"Perlu saya tegaskan, seluruh prosedur harus dilalui dengan baik dalam rangka menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat, serta efektifitas vaksin," ujar Jokowi dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (7/12).
Pertimbangan ilmiah dan hasil uji klinis vaksin, tutur Jokowi, menentukan kapan vaksinasi bisa dimulai.
Selain itu, sistem distribusi vaksin ke daerah-daerah, peralatan pendukung, Sumber Daya Manusia (SDM) dan tata kelola vaksinasi juga termasuk hal-hal yang patut diperhatikan jajaran kementerian terkait untuk bisa dikerjakan secara baik.
"Kita tau telah disiapkan sejak beberapa bulan lalu lewat simulasi-simulasi di beberapa provinsi. Dan saya yakin setelah diputuskan vaksinasi dimulai semua sudah dalam keadaan siap," ungkapnya.
Lebih lanjut, mantan Wali Kota Solo ini meminta masyarakat memperhatikan proses vaksinasi yang akan berjalan awal tahun depan.
"Karena tidak dimungkinkan vaksinasi dilakukan secara serempak, saya harap semua pihak mengikuti pengumuman dan petunjuk-petunjuk dari petugas yang saat ini sudah menyiapkan vaksinasi," tambah Jokowi.
Untuk jumlah vaksin yang akan datang, Jokowi memastikan pada awal Bulan Januari akan tiba sebanyak 1,8 juta vaksin dalam bentuk jadi.
Selain itu, pada bulan ini akan datang sekitar 15 juta dosis vaksin dan di bulan Januari sebanyak 30 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku curah yang akan diproses lebih lanjut oleh PT. Biofarma.
BERITA TERKAIT: