Dalam Rapat Terbatas (Ratas) hari ini, Presiden Joko Widodo menjelaskan, program perhutanan sosial yang ditarget pemerintah hingga tahun 2024 mencapai 12,7 juta hektar.
Sementara selama 6 tahun masa pemerintahannya, yakni sampai bulan september tahun ini, program perhutanan sosial baru terealisasi sebanyak 4,2 juta hektar.
"Artinya kita masih memiliki sisa cukup banyak untuk iita selesaikan di 4 tahun mendatang, yaitu kurang lebih masih 8 juta lebih,"ujar Jokowi dalam Ratas yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (3/11).
Oleh karena itu, Jokowi mengimbau kepada jajaran kabinet Indonesia Maju untuk fokus meningkatkan target realisasi program tersebut.
"Artinya memang ada sebuah peningatan akumulatif yang cukup besar dalam 5 tahun pertama kemarin, tetapi masih ada sisa juga yang 8 juta hektar lebih tadi yang perlu kita selesaikan," demikian Joko Widodo.
Perhutanan Sosial merupakan salah satu program pemerintah untuk mendorong pemerataan ekonomi yang berbeda dengan reforma agraria. Sebab, reforma agraria memungkinkan rakyat mendapatkan hak atas tanah.
Sementara program perhutanan sosial berbasis pemberian akses atau izin atas kawasan hutan untuk bisa dikelola masyarakat guna memompa ekonomi produktif di daerah.
BERITA TERKAIT: