Kondisi ini pun mengundang keprihatinan dan duka yang mendalam dari banyak pihak. Ketua Umum PB IDI Daeng M. Faqih amat prihatin atas gugurnya rekan-rekan seperjuangannya tersebut.
“Mudah-mudahan kematian dokter saat menangani Covid-19 mengilhami dan menjadi teladan termasuk bagi petugas kesehatan untuk terus berkomitmen yang kuat, bersemangat, berdiri tegak untuk mengabdi kepada kemanusiaan,"
ujar Daeng Faqih dalam keterangannya, Minggu (6/9).
Untuk mengenang para dokter yang gugur tersebut, pada Rabu lalu (2/9), IDI menggelar doa bersama yang dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Abdul Hakim Mahfudz dan diikuti ribuan masyarakat Indonesia, yang tersambung langsung melalui kanal Youtube serta ruang digital Zoom.
Daeng berharap, dengan doa bersama ini dapat memberikan ketahanan mental kepada para dokter dan tenaga kesehatan (nakes) yang masih berjuang menghadapi pasien Covid-19 serta mendoakan atas perlindungan terhadap mereka dan keselamatan rakyat Indonesia di tengah pandemi.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy turut menyampaikan duka yang sangat mendalam kepada para dokter dan nakes yang wafat dalam menyelamatkan pasien dari wabah Covid-19.
Ia mengatakan, pemerintah berusaha keras untuk membantu dan mendukung para dokter dan tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19.
Selain itu, menurutnya, dokter adalah kelompok rentan karena berada di garis depan, sehingga membutuhkan dukungan untuk membangun rasa aman dan menjamin keselamatan dalam bertugas. Sebab, tenaga medis adalah garda terdepan atau
queen of battle.
"Mereka tidak bisa ditinggal sendirian. Kebutuhan perlu dipenuhi agar mereka dapat melakukan tugas-tugasnya dengan baik,†pungkasnya.
BERITA TERKAIT: