"Memang rapid test kita masih terbatas. Bukan berarti maka seluruh penduduk yang tidak memiliki gejala akan melakukan rapid test," kata Direktur Managemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kemendagri, Syafrizal, di Gedung Graha BNPB, Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, Rabu (25/3).
Dengan demikian, rapid test yang akan dilakukan di sejumlah daerah, diterangkan Syafrizal, hanya akan diterapkan ke orang-orang yang memiliki riwayat kontak langsung dengan pasien positif corona. Dia menjadikan wilayah DKI Jakarta sebagai contoh.
"Misal DKI Jakarta, yang akan dilakukan rapid test pertama adalah orang-orang yang masuk ke dalam log list, atau orang-orang yang selama ini melakukan kontak dekat dengan pasien yang sudah positif," papar Syafrizal.
"Ini dulu yang akan ditangani kemudian juga masyarakat yang memiliki gejala awal, ringan sampai sedang nanti akan ditangani juga di rumah sakit rumah sakit rujukan tertentu. Jadi perlu juga diketahui bagi masyarakat pengadaan rapid tes dikategorikan dalam berbagai macam," sambungnya.