Gubernur Khofifah Tunjuk Sekdaprov Jatim Jadi Dansatgas Covid-19

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/angga-ulung-tranggana-1'>ANGGA ULUNG TRANGGANA</a>
LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA
  • Sabtu, 14 Maret 2020, 22:58 WIB
Gubernur Khofifah Tunjuk Sekdaprov Jatim Jadi Dansatgas Covid-19
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa/Net
RMOL. Gubernur Khofifah bersama Forkopimda Plus memutuskan bahwa Sekdaprov Jawa Timur, Heru Tjahjono ditunjuk menjadi Dansatgas penanganan Covid-19 di tingkat Provinsi Jatim.

"Sudah kami putuskan mengikuti format yang ada di pusat bahwa ada Dansatgas yang dipimpin oleh Kepala BNPB. Sedangkan untuk di Jatim tadi diputuskan Dansatgas  tingkat provinsi akan diketuai oleh kepala BPBD yang juga  Sekdaprov Jatim," ungkap Khofifah usia rapat terbatas di Gedung Negara Grahadi, Sabtu  (14/3).

Khofifah menyatakan, Dansatgas Prov Jatim memiliki tugas melakukan deteksi dini lewat posko aduan yang terstruktur mulai dari tingkat desa kemudian kecamatan, kabupaten kota dan tingkat provinsi.

"Posko ini menjadi penting untuk menjadi referensi bagi masyarakat yang ingin mengkonfirmasi atau mungkin yang menemukan tanda-tanda yang dikhawatirkan itu menjadi penanda indikasi  Virus Covid-19," ujarnya.

Terkait area wisata dan tempat keramaian serta fasilitas umum di Jatim, Khofifah menegaskan pihaknya akanmeningkatkan  kesiapsiagaan dengan penyediaan thermal gun atau alat pengukur suhu tubuh, hand sanitizer serta alat cuci tangan dengan menambah jumlah wastafel maupun pipa air.

"Kita tidak akan menutup tempat wisata tetapi kita melakukan berbagai kewaspadaan dan kesiapsiagaan secara bersama- sama. Apakah tempat wisata, mall atau plaza  atau pasar-pasar tradisional. Bagi pemilik hotel atau pusat perbelanjaan mereka harus menyiapkan thermal gun, hand sanitizer. Meski demikian kami tetap anjurkan agar sementara waktu sebaiknya menghindari tempat keramaian," tegasnya.

Selain itu, fasilitas umum seperti airport, pelabuhan hingga stasiun juga akan diperkuat dengan cek thermal gun serta cuci tangan  ataupun hand sanitizer.

"PT. KAI  telah menyiapkan thermal gun  di tiga stasiun besar di Jatim yaitu di  stasiun Pasar Turi, stasiun Gubeng dan stasiun Malang.  Jadi penumpang yang akan berangkat semuanya harus sudah di cek dengan  thermal gun . Ini  juga  berlaku di bandara maupun pelabuhan, dan akan dikembangkan di terminal bus, mengingat keterbatasan alat thermal gun," jelasnya.

Khusus bagi lembaga pendidikan seperti sekolah, Pemprov Jatim tidak meliburkan sekolah. Akan tetapi bahwa masing-masing sekolah juga diminta melakukan kewaspadaan.

"Kita minta  waspada di sekolah-sekolah juga diharapkan mereka memiliki tambahan wastafel stau pipa  air untuk cuci tangan  kemudian ada hand sanitizer serta menyiapkan masker seperlunya," tambahnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA