Demikian disampaikan Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bireuen, Aceh, Haris Atok saat dihubungi redaksi, Selasa (3/3).
Dia yakin Jokowi akan memperpanjang otsus tetapi dengan syarat. Yaitu pemerintah Aceh harus memiliki pilot project yang bagus dalam mengelola dana otsus agar bisa menjawab permasalahan Aceh.
Haris Atok menilai selama ini pemerintah Aceh tidak memiliki perencanaan yang matang untuk mengelola dana otsus, bahkan bisa dikatakan gagal.
"Kegagalan pemerintah Aceh dalam mengelola otsus bisa kita ukur dari kemiskinan yang belum terentaskan, dari mutu pendidikan yang rendah, dan dari pembangunan infrastruktur yang belum merata," ujar politisi muda ini.
Haris Atok berharap dana otsus tahun ini yang berjumlah Rp 8,3 triliun bisa digunakan secara tepat.
Diharapkan kepada pemerintah pusat untuk mengirim tim asistensi otsus ke Aceh untuk mengawasi pengelolaannya.
Menurut Haris Atok, jika sistem pengelolaan sudah bagus, dia pun sangat sepakat dana otsus diperpanjang. Namun jika tidak ada perbaikan sistem pengelolaan, lebih baik dana otsus tidak dilanjut.
"Saya yakin Pak Jokowi juga akan bersikap demikian," tutupnya.
Presiden Jokowi pernah berjanji untuk memperjuangkan dana otsus Aceh pada saat kampanye Pilpres 2019, di Lhokseumawe, Aceh, pada 26 Maret 2019.
Selain janji kampanye Jokowi, Pemprov Aceh sendiri menginginkan dana tersebut diperpanjang atau bahkan menjadi dana abadi.
Ihwal perpanjangan dana otsus tersebut langsung diminta Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah kepada Presiden Jokowi pada saat Kenduri Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Forum Besar (Forbes) DPR, DPD RI asal Aceh di Kabupaten Bireuen pada 22 Februari lalu.
Pada saat itu, Jokowi langsung menanggapi permintaan Plt Gubernur, dengan mempertanyakan dana otsus yang diberikan selama ini apakah sudah digunakan tepat sasaran, sudah menyentuh rakyat miskin, dan sudah fokuskah digunakan untuk membangun Aceh.
(20Fad).
BERITA TERKAIT: