9 Warga Jalani Whole-Body Counting, Batan Pastikan Tidak Ada Karantina

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Selasa, 18 Februari 2020, 13:34 WIB
9 Warga Jalani <i>Whole-Body Counting</i>, Batan Pastikan Tidak Ada Karantina
Anak-anak yang bermain di sekitar tanah terpapar/RMOL
rmol news logo Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) telah melakukan pemeriksaan kesehataan untuk melihat paparan radioaktif terhadap 9 orang warga di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan.

Demikian diungkapkan oleh Kapala Humas dan Kerja Sama Batan, Heru Umbara, kepada wartawan ketika ditemui saat melakukan proses clean up tanah yang terpapar zat radioaktif jenis Caesium 137 (Cs-137) di lokasi, Selasa (18/2).

Heru mengatakan, pemilihan 9 orang warga tersebut dilakukan secara random. Mereka dicek menggunakan alat WBC (Whole-Body Counting) di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR), Pasar Jumat, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sejak Senin kemarin (17/2).

"Random, yang dekat sini berapa orang, dari menengah berapa orang, yang jauh berapa orang. Nanti kita analisis hasilnya. Kalau nanti ada tindakan-tindakan medis yang diperlukan," ujar Heru sembari mengatakan bahwa analisis memerlukan waktu 2-3 hari.

Lebih lanjut, Heru juga meluruskan informasi yang menyatakan bahwa warga yang diperiksa akan dikarantina. Menurutnya, informasi tersebut hanya berusaha untuk mencampuradukan kasus tersebut dengan wabah virus corona, Covid-19.

"Tidak ada hal seperti itu (karantina). Di sini pun warga disilakan untuk keluar dari rumah beraktivitas seperti biasanya," klarifikasi Heru.

"Kecuali, jangan masuk daerah kuning itu. Itu saja," tambahnya menunjuk garis kuning yang menjadi batas radiasi. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA