Demikian diungkapkan oleh Kapala Humas dan Kerja Sama Batan, Heru Umbara, kepada wartawan ketika ditemui saat melakukan proses
clean up tanah yang terpapar zat radioaktif jenis Caesium 137 (Cs-137) di lokasi, Selasa (18/2).
Heru mengatakan, pemilihan 9 orang warga tersebut dilakukan secara random. Mereka dicek menggunakan alat WBC (Whole-Body Counting) di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR), Pasar Jumat, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sejak Senin kemarin (17/2).
"Random, yang dekat sini berapa orang, dari menengah berapa orang, yang jauh berapa orang. Nanti kita analisis hasilnya. Kalau nanti ada tindakan-tindakan medis yang diperlukan," ujar Heru sembari mengatakan bahwa analisis memerlukan waktu 2-3 hari.
Lebih lanjut, Heru juga meluruskan informasi yang menyatakan bahwa warga yang diperiksa akan dikarantina. Menurutnya, informasi tersebut hanya berusaha untuk mencampuradukan kasus tersebut dengan wabah virus corona, Covid-19.
"Tidak ada hal seperti itu (karantina). Di sini pun warga disilakan untuk keluar dari rumah beraktivitas seperti biasanya," klarifikasi Heru.
"Kecuali, jangan masuk daerah kuning itu. Itu saja," tambahnya menunjuk garis kuning yang menjadi batas radiasi.
BERITA TERKAIT: