Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Said Iqbal menjelaskan, ada lima tuntutan yang mereka suarakan dalam aksi dengan tema "Kesejahteraan Buruh dan Demokrasi Jujur Damai" ini.
"Pertama tolak upah murah, cabut PP 78/2015 – naikkan komponen KHL menjadi 84 item," katanya kepada wartawan di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Rabu (1/5).
Adapun tuntutan kedua, kata dia yakni menuntut pemerintah untuk segera menghapus outsourcing dan pemagangan yang berkedok outsourcing.
Ketiga, lanjutnya, yakni pemerintah harus segera meningkatkan manfaat jaminan kesehatan dan jaminan pensiun.
"Keempat turunkan tarif dasar listrik dan harga sembako, dan kelima tingkatkan kesejahteraan dan pendapatan guru dan tenaga honorer serta pengemudi ojek online (Ojol)," pungkasnya.
Perlu diketahui, diperkirakan peringatan Hari Buruh kali ini akan diikuti oleh setidaknya 50 ribu buruh dari Jabodetabek, dan sekitarnya. Dijadwalkan akan hadir pula calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Ekonom Senior Rizal Ramli.