Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, saat ini sedang dilakukan penyelidikan terkait apa yang sesungguhnya terjadi dalam kejadian tersebut.
"Ini adalah kesalahpahaman terkait dengan pengmana tersebut. Namun situasi pelayanan masyarakat masih berlangsung aman," ungkap Kombes Asep di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (29/4).
"Nanti ada pemeriksaan dari Kapolres, Wakapolres, Kabag pos dan semuanya dilakukan pemeriksaan. Intinya adalah melakukan konfirmasi tentang kejadian apakah benar demikian atau ada beberapa yang tidak terkomunikasi dengan baik," tuturnya.
Sebelumnya, Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Suroto meluruskan bahwa aksi protes anggota Polres Halmahera Selatan yang viral melalui video yang beredar adalah salah paham.
Anggaran yang turun untuk anggota Polri hanya untuk 6-7 hari pengamanan di TPS hingga perhitungan di PPK, namun ternyata waktu pengamanan dilakukan lebih dari 7 hari.
"Iya, jadi itu miss komunikasi saja. Kemarin itu kan Pemilu sempat molor. Padahal prediksi awal itu anggaran pengamanannya untuk 6-7 hari tapi lebih lama ternyata," ungkap Brigjen Suroto.