Palyja mencatat pertumbuhan signifikan hingga 150 persen dari 51.988 pelanggan di tahun 1998 menjadi 128.656 pelanggan di tahun 2018.
Pertumbuhan ini membuat Palyja semakin berupaya dan berinovasi dalam melakukan pelayanan terbaik bagi penyediaan air untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya.
Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Palyja, Robert Reri Massie dalam acara Media Gathering di Hotel Melia Purosani, Yogyakarta, Jumat (26/4).
"Kita adalah kontraktor dari Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya dan sejak 1998 area kerja kita di wilayah barat dari Jakarta. Ada Jakarta Pusat, Jakarta Barat. 10 ribu liter per
second yang diproduksi di kita, 6.700 sisanya dari tetangga kita dari PDAM Tangerang," jelasnya.
94 persen sumber air Palyja berasal dari Waduk Jatiluhur dan air sungai banjir kanal yang dimulai kisaran tahun 2016-2017.
"Karena, sumber air ini tidak boleh dipakai karena kontaminasi, tapi karena kita ada bisa apply salah satu sistem dan metedologi maka bisa kita ambil kembali air itu," jelasnya.
Selain rumah tangga mewah dan usaha menengah, ada lima sektor lainnya yang juga menjadi pelanggan Palyja.
Mereka adalah kelompok sosial dengan pengguna per Desember 2018 sebanyak 2.717, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah 40.663, kelompok rumah tangga sederhana 117.236, kelompok rumah tangga menengah dan usaha kecil 73.580, dan kelompok usaha skala besar 43.949 pelanggan.
BERITA TERKAIT: