Walikota Jaksel, Marullah Matali menjelaskan bahwa pihaknya telah memasang tiang dan karung pasir untuk penanganan sementara. Sementara pembangunan turap permanen baru akan dilakukan Suku Dinas (Sudin) Tata Air Jakarta Selatan saat banjir sudah surut.
"Tadi dibuat tutup darurat, pakai pasir, tiang-tiang. Kalau agak kering akan kita buat permanen," kata Marullah saat dihubungi wartawan, Senin (1/4).
Marullah berharap penanganan ini berjalan efektif, termasuk jika terjadi hujan lagi sebelum ada turap permanen dibangun.
"Ya doakan lah dia kuat, karena nggak ada cara yang lain kecuali itu (pasang tiang dan pasir)," tambahnya.
Sementara itu, sebanyak 50 Kepala Keluaga (KK) atau 150 warga yang terdampak dari jebolnya tanggul Baswedan itu.
Pada Minggu (31/3), warga yang terkena banjir diungsikan di Masjid Al Ridwan. Tapi kini, sebagian masyarakat yang mengungsi sudah pulang ke rumahnya.
BERITA TERKAIT: