Mantan ketua HMI Cabang Yogyakarta itu menghembuskan nafas terakhir dalam usia 71 tahun di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta karena komplikasi beberapa penyakit.
Windratmo yang merupakan keponakan Mahadi mengatakan, pamannya sudah terserang stroke sejak sekitar September 2016. Ditambah beberapa penyakit lain.
"September Oktober 2016 stroke, lalu berobat jalan sudah mulai membaik kemudian kemarin ini perutnya sakit. Kemarin itu hari Minggu atau Senin pagi perut sakit terus bawa ke klinik," jelasnya saat ditemui di RSPAD Gatot Subroto.
Menurut Windratmo, Mahadi sempat dibawa ke rumah sakit di Halim lalu berpindah perawatan di RSPAD karena sakit yang dialami terbilang komplikasi.
"Terus dibawa ke RSPAD lalu beliau tidak sadarkan diri karena nafasnya cepat sekali. Terus sakitnya komplikasi, ada batu empedu, ginjal, usus buntu," ujarnya.
Sempat membaik, kondisi Mahadi justru menurun pada saat ingin dioperasi.
"Kemarin sudah mulai membaik, rencana mau dioperasi tadi nafas tiba-tiba cepat sekali. Akhirnya dokter batalkan operasi ya beliau meninggal 11.15," tutup Windratmo.
Jenazah almarhum Mahadi disemayamkan di rumah duka di Jalan Rapih Nomor 3 RT 011/001 Kecamatan Makasar, Jakarta. Selanjutnya dikebumikan di Pemakaman Pondok Ranggon.
Semasa hidup, pria kelahiran Tanjung Balai, Sumatera Utara, 5 Agustus 1947 itu dikenal sebagai loyalis Akbar Tanjung. Tahun 1994 pernah menjadi anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar.
***
BERITA TERKAIT: