Pertama di Jabar, Perpustakan Digital Purwakarta Diresmikan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yelas-kaparino-1'>YELAS KAPARINO</a>
LAPORAN: YELAS KAPARINO
  • Selasa, 12 Februari 2019, 15:54 WIB
Pertama di Jabar, Perpustakan Digital Purwakarta Diresmikan
Bupati Purwakarta resmikan perpustakaan digital/RMOL Jabar
rmol news logo Kabupaten Purwakarta mencatatkan diri sebagai daerah pertama di Jawa Barat yang memiliki perpustakaan digital. Gedung perpustakaan itu diresmikan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, hari ini, Selasa (12/2).

Perpustakaan Digital itu berlokasi di areal Museum Diorama Nusantara Purwakarta di Jalan KK Singawinata. Kehadirannya menjadi pelengkap kebutuhan edukasi serta literasi masyarakat Purwakarta.

“Perpustakaan digital ini memudahkan masyarakat yang gemar membaca. Dilengkapi dengan fasilitas jaman now. Bahkan untuk mengisi buku tamu dengan digital dan membuat kartu anggota saja cepat dan gratis," ujar Bupati yang akrab disapa ambu Anne itu dilansir RMOL Jabar.

Dikatakan Ambu Anne, perpustakaan digital ini diinisiasi Bupati Purwakarta sebelumnya. Awal tahun, perpustakaan digital sudah rampung dan dibuka untuk umum. Diharapkan, kehadirannya dapat meningkatkan minat literasi masyarakat Purwakarta, karena bisa diakses dengan mudah

Selain bisa diakses melalui smartphone, perpustakaan digital ini juga dilengkapi ribuan buku serta kenyamanan ketika membaca buku.

Anne menyebutm untuk judul buku yang sudah digitalisasi saat ini sebanyak 3.600 judul. Jauh melampaui Perpustakaan Digital milik Pemprov Jawa Barat yang baru memiliki 400 judul e-book.

“Gedungnya selain dibuat nyaman juga ada beberapa fasilitas, ruang laktasi, ruang baca khusus anak. Akses mendapatkan judul buku pun gampang. Ada 3.600 e-book," katanya.

Anne berharap, perpustakaan digital ini dapat meningkatkan literasi remaja zaman now yang sangat erat dengan smartphone atau digitalisasi. Meski demikian, perpustakaan digital tersebut tetap menyediakan buku fisik bagi masyarakat yang berkunjung.

“Perpustakaan digital ini dibangun untuk kaum milenial yang dekat dengan era digitalisasi. Tetapi kita juga sediakan buku fisiknya, karena kedepan kita juga menargetkan spesifikasi buku berdasarkan usia, termasuk untuk anak-anak," ujar Anne.

Sementara, T. Syamsul Bahri, yang menjabat sebagai pustakawan ahli utama serta mewakili Perpustakaan Nasional, mengapresiasi langkah Pemkab Purwakarta membangun perpustakaan digital.

Menurutnya, perpustakaan digital tidak akan mengurangi jumlah kunjungan. Akan tetapi bisa membantu peningkatan literasi masyarakat.  

"Kita apresiasi Purwakarta bisa membangun perpustakaan digital, yang terpenting kan bukan hanya kunjungan fisik, tetapi dengan mengakases dimanapun tetapi hati dan pikirannya berada dikonten yang disediakan perpustakaan digital tersebut. Apalagi tempatnya asik dan nyaman disini," kata dia. [yls]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA