"Masjid saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tapi juga fungsi sosial sehingga bisa memberikan keamanan bagi masyarakat," ujar Ketua DMI Bekasi Utara, Qoiddudin.
Demikian disampaikan Ustad Qoiddudin sapaan akrabnya di sela Pelatihan Manajemen Memakmurkan Masjid untuk DKM se-Bekasi Utara Komplek Tytyan Kencana di Bekasi, Senin kemarin (5/2). Pelatihan ini mendatangkan Takmir Senior Mesjid Jogokariyan, Yogyakarta, Ustad Suharyanto.
Dalam pelatihan ini, Ketua DKM Al Hijrah, Sutrisno Lamin mengatakan, pelatihan ini dihadiri 170 DKM masjid serta 400 jemaah se-Bekasi. Selain itu, juga dihadiri oleh Menteri Tenaga Kerja Hanief Dhakiri, Walikota Bekasi Rahmat Effendi dan Camat Bekasi Lukman Hakim.
Gus Tris, demikian akrab dipanggil, berharap dengan pelatihan ini maka setiap DKM bisa melayani umat secara menyeluruh. Baik dalam lingkup ibadah maupun pemberdayaan jemaah.
Pihaknya juga menjamin bahwa pelatihan ini tidak memiliki tendesi politik apapun. "Tujuan utamanya mensyiarkan dakwah Islam yang sejuk dan penuh kedamaian," imbuhnya.
Sementara Ustad Harjanto menyatakan konsep modern pengelolaan masjid meliput tiga hal yakni image (pencitraan), pembangunan image dan pemberdayaan umat.
"Image ini menyangkut pencitraan. Kami dari Jogokaryan sempat jadi sorotan karena sempat diserang oleh salah satu oknum partai politik. Tapi Alhamdulillah kami tetap aman. Untuk itu, konsep pencitraan ini menyangkut soal keamanan juga," cetusnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: