Pandangan itu disampaikan Penasihat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) itu saat berbicara dalam acara
talkshow bertajuk Kategori Pemimpin Bangsa yang Bisa Mempererat Persatuan Bangsa, di Ballroom Hotel Ibis, Jalan Gatot Subroto, Bandung. Senin (4/2).
"Kerakyatan yang dipimpin, bukan satu orang, satu suara," kata ustaz yang akrab disapa Babe Haikal itu seperti dilansir
RMOL Jabar.
Ia menilai, kata “hikmah†dalam sila keempat itu berarti hikmah dari Tuhan. Menurutnya, sila itu menghadirkan konsep kerakyatan yang dipimpin oleh dasar agama dalam bentuk kebijaksanaan yang tidak berpihak pada agama tertentu atau kelompok tertentu.
"Kebijaksanaan, dalam satu wadah yang namanya permusyawaratan perwakilan. Jadi, pilpres langsung, menurut pendapat saya, itu pengingkaran sila keempat," ujar dia.
Lebih jauh Babe Haikal mengatakan, dalam demokrasi terpimpin, harus ada MPR dan DPR yang mengendalikan Presiden.
"Saya punya referensi cukup bahwa sila keempat adalah wadah demokrasi Pancasila, agar demokrasi terpimpin. Selama ada Pancasila, harus ada DPR dan MPR yang mengendalikan Presiden. Saya siap berdebat langsung," tandas Haikal.
[yls]