Impor Ugal-Ugalan, Rizal Ramli Sudah Sarankan Jokowi Hapus Sistem Kuota

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 30 Januari 2019, 21:43 WIB
Impor Ugal-Ugalan, Rizal Ramli Sudah Sarankan Jokowi Hapus Sistem Kuota
Ilustrasi/Net
rmol news logo Untuk memberantas praktik mafia dan kartel pangan, ekonom senior Indonesia DR Rizal Ramli sudah menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengubah mekanisme impor.

Hal itu disampaikan Rizal Ramli saat dirinya masih menjabat menteri di Kabinet Kerja.

"Waktu saya di kabinet saya sarankan ke Presiden Jokowi untuk kita hapuskan sistem kuota impor karena yang menikmati hanya segelintir, sembilan pemain," katanya dalam diskusi bertema 'Pangan Era Jokowi, Sudah Berdaulat?', Rabu (30/1).

Menurut Rizal Ramli, sistem kuota dalam mekanisme impor bahan pangan hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu. Bukan petani apalagi rakyat Indonesia.

Untuk itu, dia menyarankan pemerintah menerapkan sistem tarif dalam dalam proses pengadaan pangan dari luar negeri. Di mana, pengusaha yang akan melakukan impor pangan akan dikenakan tarif. Sistem tarif 25 sampai 30 persen dapat melindungi petani dalam negeri dan menguntungkan konsumen.

"Kalau itu terjadi, harga daging, harga gula bakal turun. Sama juga seperti melindungi daya beli konsumen yang akan berujung meningkatnya perekonomian. Negara juga mendapatkan income," jelas Rizal Ramli.

Namun, saran Rizal Ramli tidak dijalankan oleh menteri-menteri di bidang perekonomian. Meski sudah disetujui oleh Presiden Jokowi.  

"Kalau bicara pangan dan kedaulatan pangan semakin jauh dari apa yang diinginkan Jokowi di tahun 2014. Kenyataanya sekarang impornya ugal-ugalan. Saya tidak tertarik membicarakan ini salah siapa tapi ini sistem. Harusnya ada konsistensi dari manajemen, strategi dan personalia," papar Rizal Ramli. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA