Pemkab Pandeglang Tutup 2018 Dengan Istigosah Dan Doa Bersama

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/mega-simarmata-1'>MEGA SIMARMATA</a>
LAPORAN: MEGA SIMARMATA
  • Selasa, 01 Januari 2019, 12:46 WIB
Pemkab Pandeglang Tutup 2018 Dengan Istigosah Dan Doa Bersama
Kecil Besar
rmol news logo . Pemerintah Kabupaten Pandeglang metutup tahun 2018 dengan menggelar istigosah dan doa bersama di Masjid Agung Arrahman Jl. Taman Pahlawan Nomor 1, Pandeglang, Senin (31/12).

Kegiatan Istigosah dan doa bersama tersebut dipimpin langsung oleh Abuya Muhtadi Cidahu yang dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah, perwakilan dari Forkopimda, para ulama, tokoh masyarakat, serta di ikuti para santriawan santriwati.

Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Pery Hasanudin mengatakan pada penghujung tahun ini warga Pandeglang sedang diuji oleh Allah SWT dengan diberikan musibah yaitu bencana tsunami, maka istigosah dan doa bersama merupakan sebagai upaya batiniyah dalam menghadapi musibah bencana tsunami, agar diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi musibah ini.

"Ini adalah kesepakatan bersama Pemerintah Provinsi Banten dan Kabupaten/Kota dalam mengisi pergantian tahun, dengan tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak bermakna, apalagi saat ini kita sedang berduka, maka dari itu kita isi pergantian tahun ini dengan istigosah dan doa bersama," tutur Pery.

Ia menambahkan pergantian tahun agar di jadikan momentum untuk intropeksi dan evaluasi diri, sampai sejauh mana peran anggota masyarakat dalam memberikan pengabdian demi kemajuan daerah.

"Dan tentunya kami minta doanya kepada para ulama serta seluruh masyarakat Pandeglang, agar jajaran Pemerintah diberikan kekuatan dalam penanganan bencana, sehingga musibah ini bisa cepat diatasi, dan kita bisa kembali bangkit dari keterpurukan," lanjut Pery.

"Oleh karena itu saya menghimbau kepada seluruh ASN dan masyarakat untuk mengisi tahun barunya yang bermakna, lebih banyak berzikir mengingat yang maha kuasa, mengingat kita masih dalam situasi berduka atas bencana tsunami yang melanda, dan sampai saat ini para korban masih memerlukan uluran tangan, maka dari itu marilah kita mendoakan supaya mereka diberi ketabahan, dan kekuatan," pungkas Pery.

Sementara itu Abuya Muhtadi mengatakan, istigosah dan doa bersama bertujuan untuk meminta keselamatan kepada Allah SWT.

"Mugia urang sadayana dipasihan kasalametan, kasabaran, serta kekuatan sareng di jauhkeun dina sagala musibah," sebut Abuya Muhtadi. [rus]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA