Dony menjelaskan bahwa proyek tersebut akan diteruskan dengan menggandeng arsitek baru untuk mengubah tampilan fasad serta merombak desain model bisnis, termasuk area komersialnya.
“Nomor satu keputusannya kita akan meneruskan project ini. Kita akan hire arsitek baru untuk melakukan proses. Fasadnya akan kita ubah, begitu juga desain bisnis modal, termasuk komersial area-nya,” ujar Dony, dikutip dari Instagram resmi BP BUMN, Rabu 30 September 2026.
Secara bisnis, proyek ini dinilai masih menjanjikan berkat kepemilikan aset lahan bernilai tinggi di lokasi strategis. Oleh karena itu, perombakan diarahkan tidak sekadar untuk merampungkan pembangunan, melainkan juga menjaga keberlanjutan dan kelayakan komersialnya.
Di samping faktor komersial, penyelesaian proyek LRT City merupakan bentuk tanggung jawab guna memberikan kepastian bagi masyarakat yang telah lama membeli dan menanti unit hunian mereka. Danantara berkomitmen agar proses pembangunan kembali berjalan dengan penanganan yang lebih terarah serta memperhatikan aspek kualitas.
Dony menegaskan bahwa langkah ini diambil dengan mempertimbangkan perlindungan konsumen, bukan semata-mata karena motif bisnis.
“Saya berharap keputusan kita ini keputusan yang baik. Ini keputusan yang memang tidak hanya sekedar komersial. Jadi langkah-langkahnya yang pertama, segera cari orang,” ujar Dony.
Melalui arah kebijakan tersebut, Danantara memastikan proyek LRT City tidak hanya berorientasi pada keuntungan komersial, tetapi benar-benar tuntas dengan baik sekaligus memberi kepastian hukum dan hunian bagi para konsumen.
BERITA TERKAIT: