Kemensos Sudah Salurkan Rp 2,8 Miliar Untuk Penanganan Korban Tsunami Selat Sunda

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 01 Januari 2019, 05:01 WIB
Kemensos Sudah Salurkan Rp 2,8 Miliar Untuk Penanganan Korban Tsunami Selat Sunda
Tsunami Selat Sunda/Net
Kecil Besar
rmol news logo Kementerian Sosial memastikan perlindungan bagi seluruh korban bencana alam. Salah satunya dalam penanganan dampak tsunami Selat Sunda.   

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat menjelaskan, pihaknya melakukan tiga langkah pada masa tanggap darurat bencana yakni pengerahan tim penanganan terpadu, pemenuhan tempat tinggal sementara, dan pemberian santunan ahli waris.

"Tim penanganan terpadu bertugas melakukan proses pendampingan dan verifikasi data korban. Pengerahan personil Tagana dan relawan lain dari kabupaten dan provinsi lain untuk membantu Tagana lokal yang telah beraktivitas lebih awal, dan mengaktivasi klaster nasional bidang pengungsian dan perlindungan," ujarnya kepada wartawan, Selasa (1/1).

Dalam penanganan dampak tsunami Selat Sunda, total Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang dikerahkan sebanyak 744 personil. Dengan rinciannya 552 personil untuk wilayah Banten dan 165 personil beroperasi di Provinsi Lampung. Kendaraan siaga bencana yang diterjunkan sebanyak 21 RTU, delapan mobil dapur umum, dan tiga unit truk.

Kemudian pemenuhan kebutuhan tempat tinggal sementara dan perlengkapan, pemerintah mendistribusikan tenda serbaguna keluarga dan tenda gulung sebanyak 332 unit, velbed, selimut dan kasur busa sebanyak 1.600 unit. Pembagian perlengkapan keluarga dan anak-anak sebanyak 400 paket.

"Untuk pemberian santunan ahli waris telah diberikan kepada ahli waris korban meninggal sebanyak lima jiwa di Banten dan empat jiwa di Lampung. Selebihnya masih proses pendataan dan verifikasi untuk disalurkan kepada ahli waris korban meninggal," beber Harry.  

Dalam upaya perlindungan sosial korban bencana, pemenuhan kebutuhan makanan yang layak sangat krusial selain juga pemenuhan kebutuhan sandang dan tempat pengungsian yang layak. Untuk itu, seiring diterbitkannya SK Tanggap Darurat oleh pemda setempat, maka cadangan beras pemerintah (CBP) dapat dikeluarkan dari gudang Bulog setempat.

Kabupaten Pandeglang telah mengeluarkan 100 ton CBP untuk memasak di dapur umum lapangan, dapur umum mandiri dengan indeks 400 gram per orang per hari. Kebutuhan makanan dipenuhi dari dapur umum lapangan sebanyak 15 titik di Banten dan delapan titik di Lampung dengan masing-masing produksi 3.000 nasi bungkus pers hari. Total 23 titik dapur umum yang memproduksi 69 ribu bungkus per hari. Selain itu juga terdapat dapur mandiri yang dikelola oleh masyarakat.

Kemensos mencatat total bantuan yang disalurkan hingga 31 Desember 2018 sebesar Rp 2.845.720.150. Terdiri dari bantuan logistik untuk Banten Rp 1.421.718.650, bantuan logistik untuk Lampung Rp 1.185.444.700. Kemudian santunan ahli waris untuk sembilan orang total Rp 135 juta, bantuan peralatan dapur keluarga Rp 33.556.800 dan bantuan natura dapur umum Rp 70 juta.

"Kemensos juga memberikan bantuan peralatan dapur keluarga yang digunakan untuk dapur umum mandiri," kata Harry.

Selain itu, dilakukan upaya rehabilitasi sosial kepada para korban untuk bisa beradaptasi kembali dan dapat menerima musibah yang terjadi. Rehabilitasi sosial diberikan untuk kelompok rentan yakni anak-anak, lanjut usia dan penyandang disabilitas.
 
Rehabilitasi sosial dilaksanakan dalam bentuk layanan dukungan psikososial (LDP) oleh 56 petugas di tujuh pos LDP dan menyebar ke titik pengungsian lain. Di Banten, saat ini terdapat lima pos LDP, dan dua pos di Lampung.

"Upaya percepatan dalam penanganan bencana terus dilakukan sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo agar warga terdampak bencana terpenuhi kebutuhan dasarnya dan terlindungi oleh negara," demikian Harry. [wah]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA