Untuk mengatasinya TNI, Polri dan Kementerian PUPR serta instansi lain akan bekerja sama menambah peralatan tersebut sehingga rencana pembersihan puing-puing bisa sampai ke desa-desa.
"Dalam hal ini TNI, Polri dan Kementerian PUPR serta instansi lain bekerja sama akan segera mengirimkan alat berat ke Lombok," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjant di ruang VIP Bandara Internasional Lombok, Kamis (23/8).
Panglima TNI menambahkan, pembersihan puing reruntuhan yang berada di pinggir jalan raya, pasar, rumah sakit, tempat ibadah ditargetkan selama satu bulan.
"Kendala utama di lapangan adalah kurangnya alat berat, apabila alat berat itu ditambah maka target waktu 1 bulan itu bisa diselesaikan dengan baik. Namun jika alat beratnya ini kurang maka pekerjaan akan dilaksanakan dalam dua bulan," jelasnya.
Di samping itu, Panglima TNI menyanpaikan, Satgas PDB sudah memiliki satu pola kerja yang baik dalam hal pendistribusian bantuan, baik berupa makanan maupun kebutuhan-kebutuhan lainnya.
"Pendistribusian bantuan ke remote area dilakukan dengan menggunakan pesawat ataupun heli, ke tempat-tempat infrastruktur yang masih bagus dikirim dengan menggunakan truk dan jikalau jalannya kecil maka bantuan dikirimkan dengan menggunakan sepeda motor," paparnya.
Dia menerangkan, masyarakat yang terkena reruntuhan bangunan banyak korban patah tulang sehingga diperlukannya banyak kursi roda dan tongkat.
"Jumlah korban tersebut sudah kami catat mudah-mudahan dalam waktu secepat mungkin akan datang kursi roda maupun tongkat," demikian Panglima TNI.
[fiq]
BERITA TERKAIT: