Rehabilitasi Rumah Korban Gempa Lombok, Kadin Dan Pemprov Jatim Digandeng

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 23 Agustus 2018, 15:06 WIB
Rehabilitasi Rumah Korban Gempa Lombok, Kadin Dan Pemprov Jatim Digandeng
Basuki Hadimuljono/RMOL
rmol news logo Gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat menghancurkan ribuan rumah, karenanya pemerintah pusat menggandeng beberapa pihak membantu korban gempa merehabilitasi rumah mereka.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochamad Basuki Hadimuljono menjelaskan, pihaknya menggandeng Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan mahasiswa jurusan teknik dalam rangka mempermudah para korban gempa membangun kembali rumah mereka.

"Kadin, NTB, dan Gubernur Jawa Timur juga ikut rapat (dengan Wapres Jusuf Kalla di Lombok), Pakde Karwo juga diundang," ungkapnya saat ditemui di Auditorium Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (23/8).

Tahap awal, pemerintah dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah menyiapkan Rp 1 triliun untuk membangun 11 ribu Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) bagi warga yang sudah terverifikasi oleh Pemda setempat.

Jumlah rumah dan dana rekonstruksi tersebut akan terus bertambah. Warga nantinya diberi uang Rp 50 juta untuk membangun sendiri rumah mereka. Dana tersebut dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kementerian PUPR yang membantu menyiapkan para pendamping yang terdiri dari para mahasiswa jurusan teknik agar rumah itu dapat dibangun dengan benar.

"Kadin akan membangun kios di tiap kecamatan seperti kios semen, peti baja, genteng, toko bangunan. Karena sekarang mereka (di Lombok) enggak ada itu," tandas Basuki.

Adapun pemerintah Jawa Timur dilibatkan karena pihaknya ingin kebutuhan membangun rumah di-supply di wilayah terdekat.

"Supply-nya bukan dari Jakarta tapi dari Surabaya yang lebih dekat. Karena di Surabaya ada semen Gresik, ada pabrik baja, semua ada di sana. diutamakan yang dari Surabaya," jelasnya.

Pembangunan rumah, sambung Basuki, akan dimulai sejak awal September nanti. Hal itu untuk menghindari gempa susulan yang bisa mengganggu jalannya pembangunan rumah warga. [jto]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA