Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk toleransi dan saling membantu.
"Biasanyanya juga begitu. Dari dulu sudah saling bantu," ujar salah satu pegawai keamanan Gereja Katedral yang tidak mau disebutkan namanya saat ditemui Kantor Berita Politik RMOL, Jakarta, Selasa (21/8).
Adapun ihwal bantuan yang biasa diberikan, berupa diperbolehkannya para jamaah Masjid Istiqlal untuk menggunakan halaman Gereja Katedral sebagai tempat parkir kendaraan roda dua.
"Biasanya untuk parkir motor. Karena yang paling rawan kan motor. Kami persilahkan untuk di parkirkan di sini (Katedral)," ujarnya.
Jika yang dibutuhkan adalah tempat salat tambahan, maka para jamaah bakal dipersilahkan juga untuk menunaikannya di halaman Katedral.
"Kalau mau salat juga dipersilahkan. Baik Idul Adha maupun Idul Fitri juga begitu. Untuk soal kebutuhannya biasanya kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Kami selalu siap," imbuhnya.
[jto]
BERITA TERKAIT: