Soal Water Way Marunda Sandi Sehati Dengan Kebijakan Ahok

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 22 Juli 2018, 03:19 WIB
Soal Water Way Marunda Sandi Sehati Dengan Kebijakan Ahok
Sandiaga Uno/RMOL
rmol news logo Pemerintah DKI Jakarta memberhentikan operasional Water Way Marunda.

Pemprov DKI menilai kapal yang mengakut warga dari Marunda dengan tujuan Muara Baru ini sudah tidak efektif lagi sebab jumlah penumpang rata-rata dalam sehari hanya 20 orang.

"Terakhir itu 20 orang per hari, jadi kan kapalnya gede, operasional itu luar biasa. Jadi nggak meng-cover 10 persen daripada operasionalnya," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Gedung Kemenpora, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7).

Water Way Marunda diresmikan pada era Joko Widodo saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2013 lalu, namun pada Januari 2017 Pemprov DKI memberhentikan operasi transportasi laut tersebut.

Sebab pada masa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) jumlah penumpang berangsur-angsur surut. Ahok mengeluarkan kebijakan agar kapal beralih fungsi sebagai kapal pengangkut wisatawan menuju tempat wisata di Kepulauan Seribu.

Sandi lebih mendukung kebijakan Ahok, bahkan pihaknya berjanji siap memberikan bantuan untuk melanjutkan kebijakan tersebut.

"Jadi menurut saya ini sementara yang ke Kepulauan Seribu itu perlu bantuan. Jadi keputusan pemerintahan pak Basuki itu men-switch ke Pulau Seribu dan kita dukung itu," tutupnya.

Water Way Marunda ini di inisiasi oleh Joko Widodo, untuk mengurangi waktu tempuh Marunda-Muara Baru. Dengan Water Way penumpang hanya memakan waktu 30 menit, sedangkan, jika melalui jalur darat mencapai 1,5 jam. Rute Water Way juga tergolong pendek yakni sejauh 17 KM. [nes]



Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA