Hal itu dikatakan Ketua Harian Pengurus Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Dr. Wiwin Djuwita S Ramelan dalam Peringatan Gebyar 105 Tahun Purbakala di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu (21/7).
Menurutnya, sudah ada konsep perkenalan budaya Indonesia melalui cagar budaya museum dan tempat-tempat bersejarah lainnya.
"Ini merupakan wilayah kerja mereka. Jadi, saya kira Komisi Daerah IAAI Jabodetabek sudah bekerja sama dengan komunitas-komunitas untuk memfasilitasi perayaan Asian Games Agustus 2018," ujar Wiwin.
Dia juga mengingatkan agar cagar budaya yang ada terus dilestarikan. Karena akhir-akhir ini generasi muda Indonesia kurang perhatian terhadap cagar budaya dan museum. Wiwin mengaku khawatir jika nantinya orang asing yang lebih tertarik dan menaruh perhatian kepada museum ketimbang masyarakat sendiri.
Tak hanya itu, demi menjaga cagar budaya agar terus dilestarikan, kalangan muda diharapkan mampu mengembangkan kreatifitas di bidang kebudayaan.
"Kreatifitas sebagai inspirasi untuk mengembangkan karir generasi muda. Dan supaya juga generasi muda mampu tidak melupakan bahwa kita punya nenek moyang yang sudah mencapai peradaban luar biasa, sehingga kita bangga menjadi warga Indonesia. Terlebih tahun ini ada Asian Games 2018," papar Wiwin.
[wah]
BERITA TERKAIT: