Dalam sambutanya, Tjahjo berbagi cerita mengenai kesulitan yang dihadapi para pimpina daerah terutama gubernur di Indonesia. Salah satunya, adalah masalah program kerja yan harusnya sesuai dengan janji kampanye para pemimpin daerah.
"Itu harus dijabarkan dan dirumuskan oleh sekda dan skpd ke bawah dan dprd disamping memastikan program startegis. Kalau tidak (terlaksna programnya), ganti saja sekda (dan) SKPD, tiap bulan gak ada masalah diganti," ujar Tjahjo.
Di kesempatan yang sama, Tjahjo juga mengatakan kepada para peserta rapat jika Gubernur Anies merupakan Gubernur Indonesia. Pasalnya, di Jakarta banyak sekali warga yang berasal dari berbagai daerah.
"Banyak hal-hal yang (dikerjasamakan) terkait. Yang paling berat itu pak Anies. Pak Anies itu Guberur DKI, tapi ya (juga) Gubernur Indonesia. Beliau gak bisa menghalangi penduduk dari Kaltara, dari Papua, (dari mana pun di Indonesia) untuk masuk mencari pekerjaan di Jakarta. Gak bisa. Apapun dikerjakan untuk sinergi pembangunan," papar Tjahjo.
Menurutnya, Jakarta bukan sebagai ibukota saja namun juga pusat bisnis dan perekonomian. Karenanya, banyak warga dar daerah yang ingin pergi ke Jakara. Untuk itu Anies diinstruksikan agar tidak menahan warga yang datang menuju Jakarta, justru harus difasilitasi.
"Inilah pentingnya forum ini (APPSI) saling memberikan masukan, banyak hal-hal yang (dikerjasamakan) terkait," kata Tjahjo.
[fiq]
BERITA TERKAIT: