"Terlepas dari tepat atau tidaknya metodologi yang digunakan oleh lembaga survei yang menyebutkan kotak kosong menang, kami yakin perbandingan angka Ariffudin-Andi Rahmatika 46,53% dan kotak kososng 53,47%, sangat tipis dan sangat mungkin bisa berubah," kata Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman melalui pesan elektronik, Minggu (1/7).
Sebagai partai pengusung, sebut Habiburokhman, partainya mengajak semua pihak untuk tidak memberikan penilaian prematur bahwa kotak kosong telah memenangkan Pilwako Makassar.
"Yang diakui UU Pilkada bukanlah quick count tetapi penghitungan manual. Kita mesti bersabar sampai KPU Kota Makasar selesai melakukan penghitungan sekitar tanggal 6 Juli 2018," katanya.
Bagi Gerindra, terpenting saat ini jangan sampai ada pihak-pihak yang melakukan penjegalan terhadap pasangan Ariffudin-Andi Rahmatika dalam setiap tahap penghitungan suara.
"Mari sama-sama kita amankan aspirasi masyarakat kota Makasar. Jangan sampai ada yang diselewengkan," tukasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: