Koordinator warga Jonggol, Asep Sukendar menjelaskan, hal itu penting lataran belakangan ini ada calon bupati yang diduga menyerobot lahan milik warga di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.
"Jangan sampai seperti yang sudah-sudah, seperti bupati yang kemarin itu Rahmat Yasin, yang jelas-jelas sampai di Sukamiskin karena penjualan lahan di Jonggol," kata dia.
Asep mengimbau agar masyarakat Bogor tidak tertipu dengan para calon kepala daerah yang bermasalah.
"Kalau memang dia seperti itu, kalau diberikan amanah, saya yakin nanti akan disalahgunakan," ujar dia.
"Saya berharap masyarakat sadar untuk menentukan pilihan lima tahun ke depan. Pemilih Bogor agar jangan tergoda yang sifatnya sesaat dan akhirnya menyesal kemudian hari. Karena lima tahun itu waktu yang lama dan bisa menyengsarakan," sambungnya.
Warga lainnya Muhammad Riki menyatakan, pimpinan baru harus dapat memberikan kebaikan bagi warganya terutama dalam hal kesehatan dan pendidikan.
"Inginnya punya pemimpin yang bebas dari korupsi dan peduli terhadap warganya, terutama masalah pendidikan dan kesehatan perlu diperhatikan secara serius," jelasnya.
Pilbup Bogor 2018 diikuti lima pasangan calon. Nomor urut nomor 1 Fitri Putra Nugraha dengan Bayu Syah Johan yang diusung PDIP dan Hanura.
Nomor urut 2 yang diusung PPP, Gerindra, PKB, dan PKB Ade Yasin dengan Iwan Setiawan. Ade Yasin adalah adik kandung Rahmat Yasin mantan Bupati Bogor yang terjerat kasus hukum.
Kemudian, pasangan Ade Ruhandi dan Ingrid Kansil mendapat nomor urut 3. Pasangan Pilbup Bogor ini diusung Golkar, Demokrat, Nasdem, dan PKS.
Selanjutnya, pasangan nomor urut 4 adalah pasangan Gunawan Hasan dengan Fikri Zulfikar Rhoma. Pasangan ini maju dari jalur perseorangan. Fikri adalah anak dari raja dangdut Rhoma Irama.
Terakhir, pasangan jalur perseorangan Pilbup Bogor lainnya adalah Ade Wardhana Adinata dengan Asep Ruhiyat yang mendapat nomor urut 5.
[sam]
BERITA TERKAIT: