Masjid ini akan menjadi salah satu tempat ibadah unik di Jawa Barat karena berada di atas danau retensi.
"Kemarin kita melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Al Jabbar di Gede Bage Kota Bandung.
Insya Allah, mohon doa dari semuanya," ujar Sekretaris Dewan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Mirza Zulhadi dalam keterangannya.
Diperkirakan tahun depan masjid ini sudah bisa digunakan dengan daya tampung 93 ribu jemaah.
Menurut Mirza, nantinya, masjid ini tidak hanya sebagai tempat ibadah tapi juga menjadi tempat edukasi karena di dalamnya akan dibangun museum sejarah nabi dan sejarah perkembangan Islam di Indonesia, khususnya Jawa Barat.
Masjid terapung Al Jabbar dibangun di atas lahan seluas 21 hektar. Dari luas tersebut,10 hektar lahan di antaranya memiliki kedalaman tiga meter sebagai danau penampung air yang telah disetujui BBWS dan pemerintah pusat. Sisanya, seluas 11 hektar untuk masjid dan segala kelengkapannya.
Mirza menambahkan, ukuran masjid ini 99 x 99, yang menyimbolkan jumlah Asmaul Husna. Selain itu akan ada empat menara yang dibangun, tiga di antaranya bertinggi 33 meter.
"Angka 33 menggambarkan rangkaian wirid tasbih 33, hamdalah 33, dan takbir 33. Jadi 33 dikali 3 menara itu 99. Itu jumlah asmaul husna," terang Mirza.
Mirza pun mengutip sebuah hadits yang berbunyi '
Barangsiapa yang membangun masjid di dunia, maka akan dibangunkan semisalnya di akhirat.' (HR. Bukhari Muslim)
"Semoga semua pihak yang turut dalam pembangunan Masjid Al Jabbar ini, mulai yang memberi ide, yang menganggarkan, yang menjadi kontraktor, yang menyediakan pasir, serta siapapun yang terlibat, masuk kategori membangun masjid, sehingga dibangunkan oleh Allah SWT sebuah rumah di surga kelak, aamiin," ucap Mirza.
[wid]
BERITA TERKAIT: