Purna Jamnas '91 Ajak Umat Beragama Di Tanah Air Tetap Menjaga Persatuan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 14 Mei 2018, 00:40 WIB
rmol news logo Purna Jamnas '91 (PJ91). mengutuk keras aksi teror Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5).

Ketua Umum PJ91 Muhamad Yusuf menyatakan tindakan teror tersebut adalah tindakan biadab, tidak berperikemanusiaan dan tidak dibenarkan oleh ajaran agama apapun.

"Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam bagi para korban dan juga keluarga yang ditinggalkan," katanya dalam keterangan pers, Minggu (13/5), yang ikut ditandatangani Sekjen PJ91 Davy R. Suardi dan Ketua Dewan Kehormatan PJ91 Teguh Santosa.

PJ91 mengharapkan aparat keamanan bisa segera mengungkap jaringan teror yang telah memakan 13 korban jiwa dan 43 luka-luka itu.

"PJ91 meminta aparat keamanan untuk meningkatkan upaya pencegahan agar peritiswa yang sama tidak terulang kembali di bumi Pancasila," ujarnya.

Seluruh komponen bangsa diajak untuk bersatu melawan terorisme.

PJ91 menegaskan rakyat Indonesia tidak pernah takut terhadap para teroris yang ingin menghancurkan Negeri Pancasila.

"PJ91 juga mengajak seluruh umat beragama di seluruh pelosok tanah air untuk tetap menjaga persaudaraan, mempererat persatuan dan memperkuat kohesi sosial. Sehingga tujuan  utama dari terorisme untuk memecah belah bangsa tidak bisa terwujud," tutup keterangan itu.

Sebelumnya, tiga gereja di Surabaya mendapat serangan teror bom bunuh diri.

Ketiga gereja tersebut yakni, Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya. Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno dan Gereja GKI di jalan Diponegoro.

Hasil indentifikasi polisi, pelaku bom merupakan satu keluarga dengan kepala keluarga bernama Dita Supriyanto.

Dita melakukan bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat, Untuk di Gereja GKI, dilakukan oleh istri Dita bernama Puji Kuswati yang membawa kedua anak perempuannya yakni Fadila Sari (12) dan Pamela Rizkita (9). Sementara pelaku di Gereja Santa Maria Tak Bercela yakni dua anak laki-laki Dita bernama Yusuf Fadil (18) dan Firman (16). [nes]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA