"Ini bukan sekedar program pemikat agar saya dipilih. Ini program yang jika saya terpilih insya Allah bisa diwujudkan," kata Dirman, sapaan akrab Sudirman Said saat mengunjungi sentra produksi gula semut di Desa Semedo, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, Jateng, Minggu (22/4).
Dirman mencontohkan Desa Semedo yang menghasilkan satu ton gula semut per hari mampu menyerap 33 tenaga kerja.
"Saat ini produksinya ingin ditingkatkan menjadi tiga ton per hari, sehingga tenaga kerja yang dibutuhkan tiga kali lipat," terang Dirman seperti diberitakan
Kantor Berita RMOLJateng.
Jika tiap desa mampu menciptakan 100 lapangan kerja per tahun, maka lanjut Dirman, akan ada lebih dari 800 ribu lapangan kerja per tahun. Namun dengan 22 jenis pekerjaan yang ada, Dirman meyakini setiap tahun akan ada lebih dari 100 lapangan kerja yang tersedia di setiap desa di Jateng.
Lebih lanjut Dirman tidak mau ambil pusing dengan keraguan sejumlah pihak yang menilai programnya mustahil direalisasikan.
Ia menyatakan kunci dari keberhasilan sebuah program adalah ketekunan dan kebersihan pemimpinnya. Menurutnya jika pemimpinnya bersih, tekun dan bekerja untuk kepentingan rakyat maka hal-hal yang dianggap mustahil bisa terwujud.
"Rekam jejak saya memperlihatkan saya bisa mewujudkan hal-hal yang semula dianggap tidak mungkin. Misalnya, membubarkan mafia migas. Dulu itu dianggap mustahil. Tapi nyatanya bubar juga mafia migas," ungkapnya.
[nes]