Ojek online menyumbang setengahnya dari keseluruhan jumlah tersebut.
"Sekitar 50% jumlah kendaraan bermotor yang ada di Jakarta yakni Ojek Online, ada Grab dan Gojek. Sekarang kalau bicara jumlah kendaraan bermotor mencapai 14jt, berati ada 7jt jadi ojek online. Ini kan buat pusing kita juga," ujar kepala dinas perhubungan DKI Jakarta Ardiansyah di DPRD DKI Jakarta, Rabu (18/4).
Ardiansyah menyatakan, filosopi ojek berbasis online ini sudah berubah menjadi ojek pangkalan, hanya saja bedanya menggunakan aplikasi. Itu juga menjadi penyebab kemacetan, karena kebanyakan ojek online sekarang mangkal di pinggir jalan.
Menurutnya, apabila para driver ojek online diberikan fasilitas tempat parkir justru akan memberikan masalah baru lagi.
"Ini masalahnya pelik ya. Nanti kalo kita siapkan parkir sudah tidak sejalan karena kan ini berbasis online. Nanti berantem lagi sama ojek pangkalan. Salah juga kan," tambah Ardiansyah
Dia menjelaskan, pihak kominfo dan operator ojek online harus bertemu untuk menyelesaikan masalah ini. Sehingga masalah kemacetan dapar teratasi sedikit demi sedikit.
[sam]
BERITA TERKAIT: