Dishub DKI: Ojek Online Bikin Macet Jakarta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 18 April 2018, 19:34 WIB
Dishub DKI: Ojek Online Bikin Macet Jakarta
Ilustrasi/Net
rmol news logo Kemacetan kota Jakarta tidak terlepas dari banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang yang berkendara sepanjang harinya. Berdasarkan data dinas perhubungan DKI Jakarta terdapat 14 juta pengguna sepeda motor yang tiap hari melintas di ibu kota.

Ojek online menyumbang setengahnya dari keseluruhan jumlah tersebut.

"Sekitar 50% jumlah kendaraan bermotor yang ada di Jakarta yakni Ojek Online, ada Grab dan Gojek. Sekarang kalau bicara jumlah kendaraan bermotor mencapai 14jt, berati ada 7jt jadi ojek online. Ini kan buat pusing kita juga," ujar kepala dinas perhubungan DKI Jakarta Ardiansyah di DPRD DKI Jakarta, Rabu (18/4).

Ardiansyah menyatakan, filosopi ojek berbasis online ini sudah berubah menjadi ojek pangkalan, hanya saja bedanya menggunakan aplikasi. Itu juga menjadi penyebab kemacetan, karena kebanyakan ojek online sekarang mangkal di pinggir jalan.

Menurutnya, apabila para driver ojek online diberikan fasilitas tempat parkir justru akan memberikan masalah baru lagi.

"Ini masalahnya pelik ya. Nanti kalo kita siapkan parkir sudah tidak sejalan karena kan ini berbasis online. Nanti berantem lagi sama ojek pangkalan. Salah juga kan," tambah Ardiansyah

Dia menjelaskan, pihak kominfo dan operator ojek online harus bertemu untuk menyelesaikan masalah ini. Sehingga masalah kemacetan dapar teratasi sedikit demi sedikit. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA