Artinya, jika kemudian terjadi penyimpangan dalam kasus yang melibatkan mantan Gubernur BI Boediono tersebut, kata Roy, berarti ada bagian yang salah dari rangkaian itu.
"Kayak kebijakan infrastruktur saja, kalau ada jembatan yang roboh kan bukan kebijakannya yang disalahkan, sama dalam Century juga seperti itu," kata Roy di komplek Parlemen, Selasa, (17/4).
Roy memaparkan, jika dilihat dari skema tersebut, pertanggung jawaban Boediono hanya dalam memberi kesaksian dan membeberkan secara detail terkait kebijakannya.
Politisi yang pernah menjabat Menpora itu menduga, ada oknum atau anak buah Boediono yang salah dalam menjalankan kebijakan tersebut. Sehingga terjadi penyimpangan.
Seperti diketahui, dugaan keterlibatan Boediono dalam skandal Century Gate semakin menguat pasca PN Jaksel mengeluarkan Putusan Pra Peradilan.
Bahkan penetapan Boediono sebagai tersangka, juga berpotensi menyeret nama SBY selaku presiden kala itu. Bagaimana tanggapan Roy terkait hal tersebut?
"Saya tahu betul Pak Boediono, Pak SBY. Mereka tidak menerima sepeserpun aliran dana Century," tegas Roy.
Namun jika dimintai kesaksian dan pertanggung jawaban, Roy yakin Boediono akan siap kapan pun. Anggota Komisi I DPR ini menyatakan Boediono sebagai komandan di institusi yang bernama BI tetap bertanggung meskipun anak buahnya yang salah.
"Pak Boediono siap bertanggung jawab. Karena ini suatu keputusan collective collegial tidak ada istilah anak buah yang salah, tetapi komandannya yang salah dan harus bertanggung jawab," pungkasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: