Produk Tembakau Alternatif Diklaim Bisa Turunkan Resiko Kanker

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 23 Maret 2018, 06:41 WIB
Produk Tembakau Alternatif Diklaim Bisa Turunkan Resiko Kanker
Ilustrasi/Net
rmol news logo Penanganan kanker menjadi tantangan bagi Indonesia, dimana penyakit ini menempati peringkat keempat sebagai penyakit yang ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di tahun 2015.

Hal ini diakui oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek di acara War On Cancer South East Asia 2018 Di Shangri-La Hotel, Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
"Kami tahu bahwa (penanganan) kanker itu tidak mudah. Itu masalah besar bagi kami (pemerintah), untuk semua orang. Di Indonesia, saya pikir ketika kita melihat kanker, biayanya itu sangat mahal," imbuhnya.
 
Pengendalian kanker nasional menjadi fokus dalam forum tersebut, mulai dari inisiatif Komite Penanggulangan Kanker Nasional, program vaksinasi HPV di sekolah-sekolah. Hingga kebijakan pengendalian penyebab kanker, salah satunya tembakau.

Menkes pun mengakui bahwa kebijakan tembakau sulit diputuskan karena di level pemerintahan, terdapat sektor lain yang berkaitan yakni industri dan keuangan.
 
"Rokok ini hanya salah satu penyebab kanker. Banyak hal lain juga (yang menyebabkan kanker) seperti seks bebas untuk kanker serviks atau hormon untuk kanker payudara," tambahnya.
 
Hal senada yang mengatakan bahwa kanker merupakan penyakit yang mahal, juga diungkapkan oleh Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI), dr. Aru Wicaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FACP.

"60 sampai 70 persen pasien kanker datang ke dokter saat stadium sudah tinggi. Yaitu stadium tiga atau empat. Sehingga membuat biaya perawatan dan obat menjadi mahal," ujarnya.
 
Dia juga membenarkan bahwa tembakau yang telah diolah menjadi rokok merupakan salah satu penyebab utama penyakit kanker paru yang paling tinggi diidap kaum adam.

Lantas, beberapa negara maju mulai mencarikan solusi atas permasalahan tersebut dengan mendorong para perokok menggunakan produk tembakau alternatif yang berdasarkan penelitian memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah.

Pada awal Februari 2018 American Cancer Society (ACS) atau Komunitas Kanker Amerika yang telah berdiri sejak 1913 akhirnya memberikan pernyataan bahwa produk tembakau alternatif patut dipertimbangkan untuk menjadi salah satu cara mengurangi risiko kesehatan akibat rokok.
 
Tentunya, dengan terus memantau dan mempelajari secara ketat bukti ilmiah tentang produk ini. Dengan demikian diharapkan dapat meminimalisir potensi mengidap penyakit kanker.
 
Salah satu produk tembakau alternatif rokok elektrik, vape Aru ikut menanggapi hal tersebut. Meski secara teori lebih rendah risiko, vape belum dapat menjamin 100 persen bebas kanker.

Aru memandang Indonesia juga perlu memiliki penelitian sendiri yang membuktikan bahwa produk tembakau alternatif dapat membantu menurunkan risiko kesehatan bagi perokok.
 
Lebih lanjut Aru menegaskan bahwa untuk dapat menghindari ancaman kanker, edukasi dan sosialisasi mengenai gaya hidup sehat merupakan hal pertama yang harus dilakukan.
 
"Lihat lifestyle atau gaya hidup yang dijalani seperti apa? Untuk kebiasaan (buruk) kita coba dikurangi dan lakukan deteksi dini. Kemudian juga mempertahankan berat badan ideal dengan diet atau makan makanan sehat. Kalau kita makan sehat, kita mendapat berbagai macam informasi, pasti bisa (menurunkan potensi kanker)," pungkasnya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA