Begitu dikatakan Deputi V Berkraf, AriJulianto Gema saat berdiskusi terkait program Ambon City of Music di hotel Swiss Bell, Ambon, Sabtu (17/3).
Menurut Ari, langkah pihaknya menjadikan Kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia merupakan bagian dari membuat ekosistem.
"Bukan sistem yang kita bangun tapi ekosistem. Tidak seperti Korea Selatan," ujarnya.
Di negara itu, lanjut Ari, pemerintah turut serta menentukan idola yang harus menjadi artis dengan membuat kriteria tertentu.
Sedangkan untuk Ambon, Berkraf justru mendorong potensi masyarakatnya yang memiliki kebiasaan bernyanyi. Dengan potensi itu, menurut Ari pihaknya membantu program Ambon City Of Music yang dicanang Walikota Ambon Richard pada tahun 2011.
Apalagi, sambungnya, program itu sejalan dengan kebijakan Presiden Jokowi.
"Kami ingin mendorong dan menyukseskan Ambon menjadi City of Music. Hal tersebut sebagai strategi untuk mencapai perekomian kreatif pada tahun 2030. Selain itu, musik menjadi salah satu subsektor dari keseluruhan 16 subsektor yang akan kami prioritaskan," ujar Ari.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo dan para pembicara seperti, anggota DPR asal Maluku Michael Wattimena, Plt Gubenur Maluku Zeth Sahuburua, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, dan Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronny Loppies.
[ian]
BERITA TERKAIT: