Jalur alternatif antara lain jalur Kalimalang. Sebagian warga Bekasi beralih ke jalur ini dan bikin kesemrawutan. Sepeda moÂtor banyak yang melawan arah di Cipinang Indah, Makasar, Jakarta Timur. Sepeda motor yang ogah terjebak macet, menerobos jalur agar lebih cepat melintas.
Seorang pengendara motor, Rendy mengaku, jalur yang biasa dilewatinya saban hari ini tambah padat setelah diberlakuÂkan aturan ganjil genap di pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur itu. Biasanya ramai lanÂcar, setelah ada aturan, jalanan macet parah mulai dari depan Pangkalan Jati hingga ujung Jalan Raya Kalimalang.
Menurutnya, aturan ini hanya memindahkan kemacetan dari tol ke jalur biasa. Biasanya yang banyak di jalan ini sepeda motor. Sekarang mobil pribadi yang menguasai. "Kalau begini yang setiap hari pakai motor ya kena imbas pemberlakuan aturan ganjil genap," katanya sembari meminta kebijakan ini tidak diteruskan.
Pengamat Kebijakan Publik dari
Center For Budget AnalyÂsis (CBA) Ucok Khadafi meÂnilai, walaupun penerapan ganjil genap hanya tiga jam, ini akan merugikan masyarakat, khususÂnya, warga Bekasi. Kebijakan ini sangat diskriminatif dan menyeÂpelekan warga Bekasi.
Karena yang bikin macet buÂkan warga Bekasi, tapi penumpuÂkan pembangunan infrastruktur seperti LRT dan pembangunan lainnya. "Ini yang bikin jalan tol menyempit," kata Uchok.
Akibat kebijakan ini, jalur alternatif di sepanjang Kota Bekasi macet parah. Lagi-lagi yang dirugikan warga Bekasi.
Dia berharap, pemerintah pusat mengevaluasi kebijakan ini. Sebelum diterapkan, siapÂkan dulu angkutan massal yang memadai, pembenahan jalan alternatif dan harus meminta masukan publik.
"Peraturan ini kan seenaknya saja diberlakukan tanpa pertimÂbangan matang, dan masukan dari publik warga Bekasi, yang paling kena imbas dari kebijakan ini," tandasnya.
Menanggapi kebijakan ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta maaf keÂpada warga Kota Bekasi terkait kebijakan ini. Ini dilakukan ntuk mengatur supaya kemacetan di jalan tol bisa teratasi. "Walau bagaimana pun, kami memoÂhon maaf kepada Warga Kota Bekasi," katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana menÂgakui, untuk mengantisipasi ini, pihaknya sudah mengerahkan 250 petugas. Sejauh ini, imbas yang dirasakan pada hari perÂtama ini berjalan baik.
"Bahkan jalur alternatif yang kita prediksi padat, ternyata tidak begitu terjadi. Mungkin mereka memilih keluar sebelum pukul enam atau setelah pukul 09.00," katanya.
Sedangkan Kepala Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi Johan Budi Gunawan mengatakan, pihaknya akan memperbaiki jalan alterÂnatif menuju Jakarta.
"Akses menuju Jakarta harus diperbaiki dan harus dilayani. Dishub kota Bekasi sudah berkÂoordinasi dengan Dinas PU, Dinas Bina Marga dan Tata Air untuk perbaikan di jalan KH. Noer Ali dan Jalan Sultan Agung," ungkapnya.
Pihaknya memang mengalami beberapa kendala seperti salah saÂtunya penyempitan jalan. Misalnya di jalan KH Noer Ali di sebelah ramp on masuk tol Becakayu terjadi pengecilan dari 7 meter menjadi 5 meter. Titik yang biasanya macet, pasti akan bertambah dengan kebiÂjakan ganjil genap. "Padahal sebeÂlum kebijakan ini sekarang pun di Galaxy arah Jakarta macetnya luar biasa karena ada penyempiÂtan. Ini baru bisa lancar sekitar 6 bulan lagi," terangnya. ***