Pembangunan sekolah ini pada Oktober 2017, setelah merebak isu akan dibangun gereja terbesar se-Asia.
"Iya pembangunan sekolah ini bisa dilanjutkan kembali setelah terhenti oleh isu pembangungan gereja," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang Nono Sudarno kepada wartawan, Rabu (7/3).
Nono menjelaskan bahwa berdasarkan Site Plan dan IMB yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Tangerang, lokasi itu akan dibangun untuk sekolah umum dari TK hingga SMA.
"Bukan gereja," kata Nono.
Pembangunan sempat terhenti lantaran Pemkab Tangerang perlu memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait telah dikeluarkannya IMB Sekolah Santa Laurensia yang diajukan oleh Yayasan Tunas Manunggal.
DPMPTSP Kabupaten Tangerang menyatakan semua perijinan Sekolah Santa Laurensia Alam Sutera di Sindang Jaya telah lengkap dari UKL, UPL hingga IMB yang sudah dikeluarkan sejak 2017 lalu.
“Kami memberikan pemahaman dan penjelasan terkait IMB dulu, sehingga beberapa bulan ini pembangungan agak tertahan karena ada isu pembangungan gereja," kata Nono.
[ian]
BERITA TERKAIT: