Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengatakan batalnya seremonial ground breaking itu karena ada beberapa hal yang belum sinkronisasi.
"Tadi malam saya diupdate ada beberapa yang perlu disinkronkan," kata dia di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (28/2).
Tidak jadinya proses peletakan batu pertama itu pula, kata Sandi, sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Gubernur DKI Anies Baswedan.
"Pak Gubernur memberikan beberapa arahan. Kalau memang ada yang belum sinkron tunda aja dulu," tuturnya.
Kepada Sandi, Anies juga meminta agar sebelum melakukan ground breaking, Pemprov DKI harus memastikan terlebih dahulu mengenai skema pembayaran dan lain sebagainya.
"Jadi yang penting kita tidak memberikan kesan yang membingungkan kepada masyarakat kalau ini program pemerintah atau program swasta. Jadi kita harus sinkronkan dulu. Saya inginnya sih kita jangan terburu-buru. Tapi kita pastikan program ini bisa memberikan rumah dengan DP 0 Rupiah bagi masyarakat yang ada di level penghasilan UMP antara Rp 3,7 sampai Rp 7 juta," ucapnya.
Adapun yang masih perlu disinkronkan menurut Sandi salah satunya adalah mengenai Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema Falisitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
"Salah satu yang menjadi bentuk sinkron itu apakah ini FLPP atau non FLPP. Karena kalau FLPP ada batasan-batasannya dan itu kita harus sinkronkan," pungkasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: