Jelas Dedie, hal tersebut terjadi begitu saja dan sangat di luar rencana.
"Sangat sulit mengungkapkan, tiga hari krusial pada bulan Desember 2017 lalu. Hal itu menjadi pengalaman yang tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya," kata dia dalam perbincangan, Kamis (22/2).
Terlepas dari itu, Dedie ingin membuat Kota Bogor lebih maju lagi. Dia juga ingin menerapkan apa yang pernah dia dipelajari saat melakukan kunjungan ke beberapa negara, terkait tata kota yang nyaman dan indah.
"Intinya saya ingin melakukan pembenahan dari pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Semua wilayah harus tersentuh, 68 kelurahan yang ada di Kota Bogor wajib meningkatkan infrastrukturnya," jelas pria lulusan Institut Teknologi Bandung ini.
Dedie mengaku juga ingin fokus dalam membangun Sumber Data Manusia. Dia yakin dengan terbangunnya SDM, maka Kota Bogor juga akan ikut maju.
"Kualitas SDM sangat diperlukan untuk menunjang sebuah kota agar menjadi baik. Jangan hanya dari pembangunan fisiknya saja diperbaiki, tetapi orang-orangnya juga diperbaiki dari kualitasnya," jelasnya.
Dedie menambahkan, yang terpenting untuk saat ini, menuntaskan waktu pilkada selama empat bulan ke depan harus berjalan kondusif dan nyaman.
"Saya pikir masyarakat Kota Bogor sudah cerdas dalam berkampanye, saya hanya tekankan di setiap saya bergerilya, untuk membuat tentram keadaan. Siapa pun yang terpilih dan dipilih jangan sampai mengganggu keharmonisan bertetangga," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: