Menurut Ray, hal itu jugalah yang membuat realisasi dari janji kampanye hanya setengah matang.
Ray mencontohkan, saat kampanye masyarakat sudah membayangkan bahwa rumah dengan uang muka nol persen bukan berbentuk rumah susun. Namun realisasinya, program tersebut hampir sama dengan program pemerintahan sebelumnya.
"Enggak kebayang DP nol persen itu rumah susun, dengan bahasa yang berbunga-bunga, realisasinya dibawah angka lima," ujar Ray dalam diskusi bertajuk "100 Hari Anies-Sandi: Arah Jakarta vs Branding Politik", di Jakarta Selatan, Jumat (26/1).
Ray menambahkan, demi mewujudkan janji kampanye dalam 100 hari kinerja, Anies dan Sandi tidak mengimbangi dengan rencana yang matang. Yang penting janji kampanye terlaksana dalam 100 hari memimpin, sisanya akan dievaluasi kemudian.
Ray juga merasa heran dengan sikap Anies yang berani mengklaim 50 persen janjinya sudah ditunaikan. Padahal secara kualitas wujud dari janji tersebut masih biasa diperdebatkan.
"100 hari sudah dilaksanakan sebagai pemimpin yang sigap. Tapi jangan ditanya kualitasnya, jadi ada sesuatu yang beda seperti yang ditanamkan ke publik terkait dengan realisasinya di lapangan," ujar Ray.
[nes]