"Pasca ditunjuk sebagai SGD dua tahun lalu, seluruh sarana dan prasarana pendidikan SMPN 27 Bekasi di Komplek PU, Jalan Sapta Taruna, Sumur Batu, Bantargebang, sudah terpenuhi," kata Kadisdik Kota Bekasi, Jumat (19/1).
Bahkan, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alie Fauzi, bangunan sekolah ini, nyaris seluruhnya berlantai tiga. Biaya pembangunan ruang kelas sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
SGD merupakan sekolah di daerah perbatasan guna mendukung program Nawacita, melalui sarana dan prasarana serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih baik.
"Sekolah Garis Depan ini bertujuan supaya masyarakat yang tinggal didaerah perbatasan bisa mendapatkan pendidikan dengan sarana dan prasarana pendidikan sudah lengkap," terang Alie.
Selain pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) tanaga pengajar di SMPN 27 Bekasi ini juga telah memenuhi standar kompentensi guru.
Karena itu, Alie menekankan agar sarana parasarana pendidikan maupun kompetensi tenaga pendidik maupun kependidikan di sekolah garis depan semakin ditingkatkan.
“Selain sarana prasarana pendidikan yang sudah cukup bagus, standar kompetensi para gurunya juga sangat mendukung. Sarana prasarana dan kompetensi SDM nya diharapakan terus ditingkatkan lagi,†ujarnya.
Meskipun letak SMPN 27 Bekasi tidak jauh dengan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang namun, masyarakat khususnya yang berada di daerah perbatasan, dapat mengenyam pendidikan melalui sekolah ini.
"Dengan Konsep SGD, diharapkan nantinya tidak ada lagi anak putus sekolah di usia belajar di Indonesia," tukasnya.
[san]
BERITA TERKAIT: