Banjir Air Surut, Banjir Becak Datang

Gubernur Anies Diminta Mikir

Rabu, 17 Januari 2018, 10:37 WIB
Banjir Air Surut, Banjir Becak Datang
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno/Net
rmol news logo Rencana pemerintah DKI Jakarta menghidupkan kembali becak di Ibu Kota menuai protes. Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan: Jakarta tambah maju atau mundur?

Wacana untuk memperbolehkan kembali becak di Jakarta bermula saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan persiapan program com­munity action planning atau CAP di 16 Kampung Jakarta. Program tersebut merupakan kolaborasi pemerintah daerah dengan warga Ibu Kota.

"Kita ingin Jakarta benar-benar terasa milik semuanya. Jakarta bukan sebagian milik orang, yang belum sejahtera pun harus merasa ikut memiliki Jakarta," kata Anies di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Jakarta (14/1).

Program CAP di 16 Kampung Jakarta merupakan bagian dari kontrak politik Anies Baswedan-Sandiaga Uno sewaktu berkampanye dalam gelaran Pilgub DKI 2017. Salah satu bagian kontrak itu terda­pat janji untuk mengakomodir becak agar beroperasi di rute tertentu di Jakarta.

"Bagian community action plan ini mengatur agar abang becak bisa berop­erasi di rute yang ditentukan untuk ang­kutan lingkungan. Buat becak bisa ikutan sejahtera di kota ini," ujarnya.

Wacana soal becak kembali beroperasi langsung menjadi viral di dunia maya. Banyak warga dunia maya protes dan mem­pertanyakan kejelasan rencana Gubernur Anies Baswedan tersebut.

“Pak anies dilogikain aja, di Jakarta sudah full kendaraan ditambah lagi becak apa tidak semrawut? Belum lagi odong-odong," tambah akun @MahdiSaja.

"Apa becak mau beroperasi lagi di Jakarta? Kemunduran ibukota ini mah Pak @aniesbaswedan. Sekalian aja balikan bajaj masuk kawasan segitiga emas cc @ jokowi," sindir akun @hendrakayza.

"Pemerintah terdahulu sulit memberantas becak. Pemda DKI Sekarang malah mau me­legalkan becak," sesal akun @arrysusantyo.

"Jakarta akan dibanjiri becak lagi.... Mundur 20 tahun yg lalu," kata akun @ igh3. "Iya bener. Bisa kacau kalau becak berkeliaran lagi. Padahal perlu waktu pan­jang untuk membuat jakarta bebas becak," timpal akun @Yoyonih.

"Dalam buku 'Indonesia in the Soeharto Years' diceritakan 1998, Gubernur Sutiyoso mengizinkan becak, dengan alasan menolong dampak krisis moneter. Dalam seminggu 1500 becak masuk Jakarta dan bikin semrawut. Sutiyoso kelabakan dan bikin perda baru untuk membatalkan state­ment dia," ujar akun @imanbr.

"Jaman udah serba online kembali ke jaman batu, contoh nih yang di bogor tu­kang becak bentrok sama ojol. Bogor kota kecil, penduduknya sedikit, bagaimana dengan DKI nanti bisa bunuh-bunuhan ojol vs tukang becak #mikirrrr," cuit akun @jamescastello.

Anies kembali meluruskan bila wacana penghidupan kembali becak tidak seperti yang dibayangkan. "Kita tidak meren­canakan becak di jalan raya. Becak nanti di kampung, sebagai angkutan kampung, angkutan lingkungan. Jangan berimajinasi bahwa becak akan berada di jalan-jalan utama Jakarta," ucap Anies.

Meskipun nantinya becak hanya beroperasi di jalan kampung, tetap saja warganet kurang setuju. "Jalanan kampung di Jakarta sudah tidak mungkin dilewati becak. Jakarta menuju kemunduran," tegas akun @Yuni_Haryanto.

"Jalan dikampung-kampung itu gangnya sempit-sempit pak anis. Nggak bisa becak lewat," ujar akun @Syaiful08843977.

"Yang narik becak siapa ya? Sekarang warga DKI udh jadi ojek online semua," ledek akun @tri_mukena.

"Selamat sebentar lagi akan tercipta kota Calcuta di INDIAala JAKARTA... ada becak , ada PKL di jalan protokol.. Maju kotanya bahagia warganya," sindir akun @Aprilia27957793.

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono tidak setuju dengan gagasan Anies tersebut. Menurutnya, menghidupkan kembali becak suatu ke­munduran kebijakan Pemprov DKI.

"Mengembalikan becak itu kemunduran jauh, kalau kebijakan itu diambil, tidak selaras dengan semangat mendorong orang beralih ke transportasi massal," kata Nirwono.

"Semua sàja boleh pak anis becak bemo delman biar jadi kayak india. Kacau kalau tidak punya konsep gimana Jakarta mau jadi kota modern kalau di kelola seperti ini," cuit akun @alanmuzelan1.

"Pak Anies... mereka sudah alih profesi jadi sopir bajaj. Kasihan lah pak, coba bapak naik becak, dengerkan deru nafas mereka.. apalagi saat tanjakan.. belum kalau nyerempet mobil," sahut akun @ raeraysmax. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA