Wacana untuk memperbolehkan kembali becak di Jakarta bermula saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan persiapan program
comÂmunity action planning atau CAP di 16 Kampung Jakarta. Program tersebut merupakan kolaborasi pemerintah daerah dengan warga Ibu Kota.
"Kita ingin Jakarta benar-benar terasa milik semuanya. Jakarta bukan sebagian milik orang, yang belum sejahtera pun harus merasa ikut memiliki Jakarta," kata Anies di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Jakarta (14/1).
Program CAP di 16 Kampung Jakarta merupakan bagian dari kontrak politik Anies Baswedan-Sandiaga Uno sewaktu berkampanye dalam gelaran Pilgub DKI 2017. Salah satu bagian kontrak itu terdaÂpat janji untuk mengakomodir becak agar beroperasi di rute tertentu di Jakarta.
"Bagian
community action plan ini mengatur agar abang becak bisa beropÂerasi di rute yang ditentukan untuk angÂkutan lingkungan. Buat becak bisa ikutan sejahtera di kota ini," ujarnya.
Wacana soal becak kembali beroperasi langsung menjadi viral di dunia maya. Banyak warga dunia maya protes dan memÂpertanyakan kejelasan rencana Gubernur Anies Baswedan tersebut.
“Pak anies dilogikain aja, di Jakarta sudah full kendaraan ditambah lagi becak apa tidak semrawut? Belum lagi odong-odong," tambah akun @MahdiSaja.
"Apa becak mau beroperasi lagi di Jakarta? Kemunduran ibukota ini mah Pak @aniesbaswedan. Sekalian aja balikan bajaj masuk kawasan segitiga emas cc @ jokowi," sindir akun @hendrakayza.
"Pemerintah terdahulu sulit memberantas becak. Pemda DKI Sekarang malah mau meÂlegalkan becak," sesal akun @arrysusantyo.
"Jakarta akan dibanjiri becak lagi.... Mundur 20 tahun yg lalu," kata akun @ igh3. "Iya bener. Bisa kacau kalau becak berkeliaran lagi. Padahal perlu waktu panÂjang untuk membuat jakarta bebas becak," timpal akun @Yoyonih.
"Dalam buku
'Indonesia in the Soeharto Years' diceritakan 1998, Gubernur Sutiyoso mengizinkan becak, dengan alasan menolong dampak krisis moneter. Dalam seminggu 1500 becak masuk Jakarta dan bikin semrawut. Sutiyoso kelabakan dan bikin perda baru untuk membatalkan stateÂment dia," ujar akun @imanbr.
"Jaman udah serba online kembali ke jaman batu, contoh nih yang di bogor tuÂkang becak bentrok sama ojol. Bogor kota kecil, penduduknya sedikit, bagaimana dengan DKI nanti bisa bunuh-bunuhan ojol vs tukang becak #mikirrrr," cuit akun @jamescastello.
Anies kembali meluruskan bila wacana penghidupan kembali becak tidak seperti yang dibayangkan. "Kita tidak merenÂcanakan becak di jalan raya. Becak nanti di kampung, sebagai angkutan kampung, angkutan lingkungan. Jangan berimajinasi bahwa becak akan berada di jalan-jalan utama Jakarta," ucap Anies.
Meskipun nantinya becak hanya beroperasi di jalan kampung, tetap saja warganet kurang setuju. "Jalanan kampung di Jakarta sudah tidak mungkin dilewati becak. Jakarta menuju kemunduran," tegas akun @Yuni_Haryanto.
"Jalan dikampung-kampung itu gangnya sempit-sempit pak anis. Nggak bisa becak lewat," ujar akun @Syaiful08843977.
"Yang narik becak siapa ya? Sekarang warga DKI udh jadi ojek online semua," ledek akun @tri_mukena.
"Selamat sebentar lagi akan tercipta kota Calcuta di INDIAala JAKARTA... ada becak , ada PKL di jalan protokol.. Maju kotanya bahagia warganya," sindir akun @Aprilia27957793.
Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono tidak setuju dengan gagasan Anies tersebut. Menurutnya, menghidupkan kembali becak suatu keÂmunduran kebijakan Pemprov DKI.
"Mengembalikan becak itu kemunduran jauh, kalau kebijakan itu diambil, tidak selaras dengan semangat mendorong orang beralih ke transportasi massal," kata Nirwono.
"Semua sà ja boleh pak anis becak bemo delman biar jadi kayak india. Kacau kalau tidak punya konsep gimana Jakarta mau jadi kota modern kalau di kelola seperti ini," cuit akun @alanmuzelan1.
"Pak Anies... mereka sudah alih profesi jadi sopir bajaj. Kasihan lah pak, coba bapak naik becak, dengerkan deru nafas mereka.. apalagi saat tanjakan.. belum kalau nyerempet mobil," sahut akun @ raeraysmax. ***
BERITA TERKAIT: